Bungkusan Lakban Mengambang di Irigasi Gemparkan Warga Tangerang, Ternyata Jasad Bayi
TANGERANG, iNewsTangsel - Warga Desa Sindang Panon, Kecamatan Sindang Jaya, Kabupaten Tangerang, dikejutkan oleh penemuan jasad bayi perempuan yang mengambang mengenaskan di saluran irigasi pada Jumat (13/2/2026). Penemuan ini bermula saat seorang warga yang sedang asyik memancing curiga melihat bungkusan plastik misterius tersangkut di aliran air.
Kapolsek Pasar Kemis, AKP Humaedi, mengonfirmasi kejadian memilukan tersebut dan menyebut jasad bayi diperkirakan sudah berusia sekitar satu minggu. Saat saksi membuka bungkusan yang mencurigakan itu, ia sontak berteriak histeris karena melihat tubuh mungil yang sudah tak bernyawa.
Pihak kepolisian segera mengamankan lokasi kejadian setelah menerima laporan dari masyarakat yang berkerumun di pinggir sungai. "Setelah saksi melihat bungkusan mengambang di aliran sungai, saksi langsung mengecek bungkusan tersebut, saat dibuka ternyata isinya mayat bayi," ujar AKP Humaedi, Sabtu (14/2/2026).
Kondisi jasad bayi tersebut sangat memprihatinkan karena terbungkus kain rapat yang dililit dengan lakban di sekujur tubuhnya. Saat ini, jenazah bayi malang itu telah dievakuasi ke RSUD Balaraja guna menjalani proses autopsi untuk mengungkap penyebab pasti kematiannya.
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, tim medis menduga bayi tersebut baru saja dilahirkan sebelum akhirnya dibuang ke saluran irigasi. "Bayi tersebut berjenis kelamin perempuan, dan diperkirakan bayi ini baru lahir sekitar usia satu minggu karena sudah tidak ada tali pusarnya," jelas Humaedi.
Tim Reskrim Polsek Pasar Kemis kini tengah bergerak cepat untuk menyisir lokasi dan mencari keterangan saksi guna memburu orang tua yang tega melakukan aksi keji ini. Penyelidikan difokuskan pada pengumpulan bukti-bukti di sekitar tempat kejadian perkara (TKP) serta melacak rekaman CCTV di jalur pelarian terdekat.
"Saat ini, dari reskrim sedang melakukan penyelidikan intensif untuk mengungkap pelaku serta motif di balik pembuangan bayi tersebut," tegas Humaedi.
Editor : Aris