BMKG Rilis Peringatan Dini: Potensi Cuaca Ekstrem Hingga 5 Februari Kepung WIlayah Indonesia
JAKARTA, iNewsTangsel - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) baru saja merilis peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem yang diprediksi akan mengepung sejumlah wilayah Indonesia. Fenomena hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat ini diperkirakan masih akan terus berlangsung hingga tanggal 5 Februari 2026 mendatang.
Sejumlah faktor atmosfer mulai dari skala global, regional, hingga lokal saat ini tengah menunjukkan pengaruh yang sangat kuat terhadap peningkatan curah hujan. Kondisi ini memicu terbentuknya sistem cuaca yang lebih intens di berbagai wilayah, mulai dari ujung barat hingga timur Nusantara.
"Pada skala global, ENSO terpantau berada pada kategori Netral menuju La Niña lemah yang signifikan terhadap peningkatan pola konvektif di wilayah Indonesia," tulis BMKG dalam keterangan resminya, dikutip Selasa (3/2/2026).
Kondisi La Niña lemah ini memang dikenal luas sebagai pemicu utama meningkatnya volume curah hujan secara drastis, khususnya untuk kawasan timur dan selatan Indonesia.
Selain faktor global, aktivitas Monsun Asia saat ini terpantau masih sangat persisten dan diprediksi akan terus memengaruhi cuaca hingga dasarian pertama Februari. Aliran udara lembap yang dibawa dari arah utara menuju selatan ini semakin memperbesar peluang terbentuknya awan-awan hujan raksasa di atas langit tanah air.
BMKG juga menyoroti aktifnya fenomena Cross Equatorial Northerly Surge atau aliran massa udara dingin yang melintasi garis ekuator dalam beberapa hari ke depan. Munculnya daerah tekanan rendah di Teluk Carpentaria turut memperparah keadaan dengan membentuk daerah perlambatan angin atau konvergensi yang memicu hujan badai.
Aktivitas gelombang tropis seperti Madden Julian Oscillation (MJO), Gelombang Rossby Ekuator, dan Gelombang Kelvin juga terpantau sedang aktif di berbagai titik strategis. Fenomena tersebut memicu pertumbuhan awan konvektif yang sangat masif, sehingga potensi hujan disertai angin kencang dan petir meningkat tajam.
Melihat kompleksitas dinamika atmosfer tersebut, otoritas terkait meminta masyarakat untuk segera bersiaga menghadapi potensi bencana hidrometeorologi yang mengancam. Ancaman banjir bandang, tanah longsor, hingga genangan air di pemukiman warga menjadi risiko nyata yang harus diantisipasi sejak dini.
Masyarakat sangat disarankan untuk aktif memantau informasi cuaca secara berkala melalui kanal resmi BMKG guna melakukan langkah mitigasi mandiri. Kewaspadaan tinggi sangat diperlukan demi melindungi keselamatan diri serta keluarga dari dampak buruk cuaca ekstrem yang sedang melanda.
Editor : Aris