Peringatan Dini Cuaca Ekstrem untuk 3 Hari ke Depan, Tangerang Raya Hingga Lebak Wajib Waspada!
TANGSEL, iNewsTangsel.id - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah II secara resmi mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem yang akan melanda Provinsi Banten selama tiga hari ke depan. Cuaca buruk ini diperkirakan berlangsung sejak 29 hingga 31 Januari 2026 dengan potensi hujan lebat yang disertai angin kencang di berbagai titik.
Berdasarkan rilis terbaru BMKG, status waspada hujan sedang hingga lebat mencakup hampir seluruh wilayah mulai dari Pandeglang, Lebak, hingga kawasan padat penduduk di Tangerang Raya. Pihak BMKG bahkan menaikkan status menjadi siaga untuk wilayah Pandeglang bagian selatan dan Lebak bagian utara yang berpotensi diguyur hujan sangat lebat.
Pada hari Jumat besok, konsentrasi hujan lebat diprediksi akan terus meluas hingga mencakup Kota Cilegon serta wilayah Kabupaten Serang bagian utara dan selatan. Kondisi ini diperkirakan tidak banyak berubah hingga hari Sabtu, di mana Kabupaten Lebak dan Pandeglang tetap menjadi daerah yang paling rawan terdampak cuaca ekstrem.
Selain ancaman hujan, masyarakat diimbau untuk mewaspadai potensi angin kencang yang kecepatannya bisa menembus lebih dari 40 km/jam di seluruh kabupaten dan kota se-Banten. Kecepatan angin yang tidak biasa ini sangat berisiko merobohkan papan reklame serta pohon-pohon besar di jalur transportasi utama maupun area permukiman.
Masyarakat diminta untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman bencana hidrometeorologi seperti banjir bandang, tanah longsor, hingga pohon tumbang yang bisa terjadi sewaktu-waktu. Langkah antisipasi dini sangat diperlukan bagi warga yang tinggal di daerah aliran sungai dan lereng perbukitan yang rawan pergerakan tanah.
BMKG juga mengingatkan para pengguna jalan untuk lebih berhati-hati dalam berkendara serta menghindari berteduh di bawah pohon atau bangunan yang tidak kokoh saat badai berlangsung. Pemantauan berkala terhadap informasi cuaca terbaru harus menjadi prioritas setiap warga agar dapat meminimalisir risiko kerugian jiwa maupun materiil.
“Pastikan selalu mengikuti perkembangan informasi dari sumber resmi agar dapat mengantisipasi dampak cuaca ekstrem,” tulis BMKG dalam keterangan resminya, dikutip Kamis (29/1/2026). Koordinasi antara pemerintah daerah dan pihak terkait terus diperkuat guna memastikan kesiapan jalur evakuasi jika situasi di lapangan semakin memburuk.
Editor : Aris