get app
inews
Aa Text
Read Next : Peringatan Darurat BPBD Kota Tangerang: Cisadane Terpapar Kimia, Warga Dilarang Keras Sentuh Sungai

2,5 Ton Insektisida Diduga Cemari Sungai Cisadane, Warga Malah Berebut Tangkap Ribuan Ikan Mabuk!

Selasa, 10 Februari 2026 | 19:06 WIB
header img
Diduga kuat sebanyak 2,5 ton racun pembasmi hama tumpah dan mencemari lingkungan sekitar hingga merembes ke aliran utama Sungai Cisadane. Foto: iNewsTangsel.id

TANGERANG SELATAN, iNewsTangsel - Kebakaran hebat yang melanda gudang distributor insektisida di kawasan Pergudangan Taman Tekno, Tangerang Selatan, kini memicu kekhawatiran serius terhadap kelestarian ekosistem air. Diduga kuat sebanyak 2,5 ton racun pembasmi hama tumpah dan mencemari lingkungan sekitar hingga merembes ke aliran utama Sungai Cisadane.

Kepala Bidang Pemadaman dan Penyelamatan Dinas Damkar Tangsel, Omay Komarudin, mengungkapkan bahwa zat kimia berbahaya tersebut diduga hanyut bersama air pemadaman ke saluran drainase. Hal ini terjadi secara cepat karena sistem pembuangan di area pergudangan tersebut terhubung langsung dengan muara sungai yang melintasi wilayah Tangerang.

Kondisi diperparah dengan banyaknya kemasan botol insektisida yang pecah akibat suhu panas ekstrem saat si jago merah mengamuk di lokasi kejadian. Pecahan kemasan tersebut membuat cairan kimia pekat mengalir deras menuju Kali Jaletreng sebelum akhirnya menyatu dengan badan Sungai Cisadane.

"Kurang lebih ada lima ton insektisida di gudang, sebagian kemasan pecah dan limbah dari botol yang pecah itu mengalir ke Kali Jaletreng," jelas Omay di BSD Tangsel, Selasa (10/2/2026). 

Dampak buruk dari tumpahan bahan kimia ini mulai terlihat nyata di wilayah hilir, tepatnya di kawasan Sukarasa, Kecamatan Tangerang. Sejumlah warga melaporkan fenomena ribuan ikan berukuran kecil hingga besar yang tiba-tiba mabuk dan mengambang di permukaan air sejak kemarin.

Bukannya menjauh, warga sekitar justru berbondong-bondong mendatangi bantaran sungai untuk menangkap ikan-ikan yang tampak pucat dan lemas tersebut. Padahal, ikan-ikan itu diduga kuat telah terkontaminasi residu racun hama yang sangat berbahaya jika dikonsumsi oleh manusia dalam jangka pendek maupun panjang.

Hingga saat ini, pihak berwenang masih belum mengeluarkan hasil uji kualitas air secara resmi untuk menentukan tingkat toksisitas di aliran Sungai Cisadane. Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran DLH Kota Tangsel, Deni Danial, belum memberikan pernyataan resmi meski awak media sudah berusaha menghubungi berkali-kali.

Masyarakat yang tinggal di sepanjang bantaran sungai sangat diminta tetap waspada dan tidak mengonsumsi biota sungai dalam waktu dekat. Penanganan lanjutan dari instansi terkait kini sangat dinanti untuk menetralisir dampak pencemaran agar tidak meluas ke wilayah pemukiman lainnya.

Editor : Aris

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut