get app
inews
Aa Text
Read Next : Akademisi Serukan Edukasi Massal soal Bahaya Mengkonsumsi Kental Manis untuk Anak

Skrining Jantung Anak Nasional Sasar Siswa SD dan Santri, Berlangsung di 27 Kota Indonesia

Kamis, 12 Februari 2026 | 17:25 WIB
header img
PJB adalah kelainan jantung yang paling sering ditemukan pada bayi baru lahir dan menjadi penyebab kematian pada tahun pertama kehidupan. Foto Denny Pohan

JAKARTA, iNewsTangsel.id - Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI) bersama GE HealthCare Indonesia menggelar skrining nasional Penyakit Jantung Bawaan (PJB) pada 7–14 Februari 2026 di 27 kota. Program menyasar siswa sekolah dasar dan santri sebagai upaya deteksi dini kelainan jantung sejak usia anak.

Kementerian Kesehatan menilai kegiatan tersebut mencerminkan pentingnya pencegahan penyakit tidak menular. Namun, pemerintah juga diingatkan untuk tidak bergantung pada program insidental.
Direktur Penyakit Tidak Menular Kementerian Kesehatan RI, Dr. Siti Nadia Tarmidzi, menegaskan deteksi dini harus diikuti penguatan layanan kesehatan dasar.

“PJB adalah kelainan jantung yang paling sering ditemukan pada bayi baru lahir dan menjadi penyebab kematian pada tahun pertama kehidupan. Skrining penting, tetapi tanpa sistem rujukan dan layanan yang merata, banyak kasus tetap terlambat tertangani,” ujarnya, Kamis (12/2/2026).

PERKI mengakui Indonesia masih menghadapi persoalan mendasar berupa minimnya data nasional terkait PJB. Ketua Pokja Kardiologi Pediatrik dan Penyakit Jantung Bawaan PERKI, Dr. Oktavia Lilysari, menilai absennya registri nasional menghambat perencanaan kebijakan kesehatan anak.

“Selama ini Indonesia belum memiliki data nasional yang utuh. Tanpa basis data yang kuat, kebijakan penanganan PJB berisiko tidak tepat sasaran,” katanya.
Program skrining nasional ini sekaligus menyoroti kesenjangan akses diagnostik di berbagai daerah, terutama wilayah dengan keterbatasan fasilitas kesehatan. Sejumlah pihak menilai deteksi dini tidak boleh berhenti pada kegiatan seremonial, melainkan harus diikuti komitmen berkelanjutan memperkuat layanan kesehatan anak di seluruh Indonesia.

Editor : Hasiholan Siahaan

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut