get app
inews
Aa Text
Read Next : Bank Sampah di Karang Tengah Kota Tangerang Selamatkan 1,1 Ton Sampah dari TPA dalam Sehari

Bank Sampah di Sudimara Barat, Bukti Perubahan Dimulai dari Rumah

Sabtu, 21 Februari 2026 | 02:18 WIB
header img
Bank Sampah Sumber Mutiara Tangerang (BSSMT) di RW 08 Sudimara Barat, Kota Tangerang. (Foto: Ist)

KOTA TANGERANG, iNewsTangsel.id -Peringatan Hari Peduli Sampah Nasional setiap 21 Februari, bukan sekadar seremoni tahunan. Di sejumlah wilayah, momentum ini menjadi ruang refleksi sekaligus pengingat perubahan besar, dari langkah kecil di tingkat komunitas bahwa persoalan sampah adalah tanggung jawab bersama dan dimulai dari rumah tangga.

Semangat itu terlihat, salah satunya di lingkungan RW 08 Sudimara Barat, Kota Tangerang, sekelompok warga sejak 2022 membangun kebiasaan baru, yaitu memilah dan menabung sampah. Melalui Bank Sampah Sumber Mutiara Tangerang (BSSMT), binaan PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX), warga tak hanya mengumpulkan sampah anorganik untuk ditimbang, tetapi juga belajar memahami dampak limbah terhadap lingkungan sekitar. 

“Bank sampah ini awalnya hadir melalui program Mitra Olah Sampah (Milah) sebagai bagian dari komitmen lingkungan perusahaan. Namun dalam perjalanannya, bank sampah ini berkembang menjadi ruang belajar sekaligus ruang kolaborasi warga dalam mengelola sampah secara bertanggung jawab,” kata Ketua BSSMT, Edwin, Jumat (20/2/2026). 

Dia menjelaskan, setiap pekan, warga rutin memilah, menimbang, dan menabung sampah. Anak-anak hingga orang tua ikut terlibat dalam kegiatan edukasi dan workshop pemanfaatan sampah. 

“Pelan-pelan, pola pikir masyarakat berubah. Sampah tak lagi dipandang sekadar limbah, tetapi sumber daya yang bisa memberi nilai ekonomi dan manfaat lingkungan,” ujarnya. 

Dia memaparkan, upaya konsisten tersebut membuahkan hasil. BSSMT dinobatkan sebagai Juara I Bank Sampah dalam Lomba Kebersihan Tingkat Kota Tangerang yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kota Tangerang. 

“Penghargaan diberikan langsung oleh Wali Kota Tangerang, Sachrudin, sebagai apresiasi atas sistem pengelolaan sampah berbasis RW, partisipasi aktif warga, inovasi, serta dampak nyata bagi lingkungan sekitar,” terangnya. 

Sementara itu, General Manager Corporate Communication & Sustainability MPMX, Natalia Lusnita, mengaku keberhasilan ini sebagai simbol optimisme. Karena gerakan keberlanjutan yang paling kuat adalah yang tumbuh dari kesadaran masyarakat sendiri.

“Di balik penghargaan tersebut, yang paling terasa adalah perubahan sosial di tingkat akar rumput. Warga yang dulu abai kini lebih peduli memilah sampah dari rumah. Anak-anak belajar tentang tanggung jawab lingkungan sejak dini. Lingkungan pun menjadi lebih bersih dan tertata,” ungkapnya.  

Menurutnya, prestasi yang diraih itu bukan hanya penghargaan, tetapi juga simbol optimisme, gerakan kecil di tingkat komunitas mampu membawa dampak besar bagi masa depan lingkungan. 

“Kami percaya, gerakan menuju keberlanjutan yang paling kuat adalah gerakan yang tumbuh dari masyarakat itu sendiri. Kehadiran bank sampah menunjukkan, edukasi, kolaborasi, dan partisipasi warga berjalan bersama, sehingga perubahan nyata dapat tercipta,” tegas Natalia. 

Dia menerangkan, program Milah tak hanya berjalan di Tangerang, tetapi juga di sejumlah wilayah operasional perusahaan seperti Sidoarjo dan Malang. Pendekatan pemberdayaan komunitas yang mengintegrasikan edukasi dan kolaborasi lintas sektor menjadi kunci agar gerakan ini berkelanjutan.

“Solusi persoalan lingkungan tidak selalu harus dimulai dari kebijakan besar. Dari sudut-sudut permukiman, melalui bank sampah sederhana, perubahan bisa tumbuh dan memberi harapan bagi masa depan yang lebih bersih dan sehat,” pungkasnya. 

Editor : Elva Setyaningrum

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut