Menantang! Vino G Bastian Adu Akting dengan Anak Down Syndrome di Film Tanah Runtuh
JAKARTA, iNewsTangsel - Aktor kenamaan Vino G Bastian kembali menunjukkan kebolehannya dalam melakoni peran di layar lebar. Di film terbaru berjudul Tanah Runtuh, Vino beradu akting dengan seorang anak berkebutuhan khusus penyandang Down syndrome, sebuah tantangan akting yang jarang ditemui di industri perfilman Tanah Air.
Vino memerankan seorang pemimpin yang ditugaskan ke daerah rawan, namun perjalanannya berubah ketika ia bertemu dua kakak beradik yang membutuhkan perlindungan, salah satunya adalah anak dengan Down syndrome.
Keputusan berani ini diambil oleh produser Denny Siregar yang ingin mematahkan stigma bahwa anak Down syndrome hanya bisa menjadi objek belas kasihan. "Kami ingin menunjukkan anak dengan Down syndrome dapat tampil sebagai tokoh utama yang kuat dan relevan dalam cerita," ujar Denny Siregar dalam pernyataannya, Sabtu (21/2/2026).
Pertemuan dengan dua anak kecil tersebut menjadi titik balik bagi karakter yang diperankan Vino G Bastian. Bukan sekadar menjalankan tugas, tokohnya justru memilih untuk tetap mendampingi mereka di tengah situasi yang penuh ketidakpastian dan kerapuhan.
"Saya belajar bagaimana seorang pemimpin harus tetap memiliki rasa kemanusiaan dan menjaga harapan di tengah kondisi yang sulit," ujar Vino.
Sang sutradara, Rudy Soedjarwo, sengaja menghadirkan nuansa sunyi dan intim untuk memperkuat pesan emosional film ini. Film ini tidak menempatkan konflik besar sebagai pusat cerita, melainkan menyoroti luka-luka kecil yang sering luput dari perhatian.
Film Tanah Runtuh menandai kolaborasi kedua antara sutradara Rudy Soedjarwo dan produser Denny Siregar setelah sukses dengan film Sayap-Sayap Patah pada tahun 2022.
Film ini mengajak penonton menyusuri dunia yang rapuh, di mana dua anak kecil menjadi pusat cerita yang berjuang bertahan di tengah kondisi yang tidak ramah. Minimnya dialog justru membuat kekuatan visual dan gestur para pemain, termasuk Vino dan aktor cilik Down syndrome, menjadi penentu utama kedalaman emosi film .
Film ini tidak sekadar berkisah tentang perjalanan fisik, tetapi juga tentang bagaimana seorang figur dewasa belajar memahami kehilangan, harapan, dan arti keluarga sebagai tempat untuk kembali.
Editor : Aris