Tiket VIP ke Surga: Benarkah Syahid Selalu Menjadi yang Pertama? Jawabannya Ada di Sini
PAMULANG, iNewsTangsel.id - Thalhah bin Ubaidillah pernah menceritakan sebuah kisah tentang dua pria dari kabilah al-Baliyah yang mendatangi Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam
Suatu ketika, Thalhah bin Ubaidillah bermimpi bertemu dengan keduanya tepat di depan pintu surga. Tak lama kemudian, seorang malaikat keluar dari dalam surga dan justru memanggil pria yang wafat belakangan untuk masuk terlebih dahulu.
Setelah itu, barulah malaikat tersebut mempersilakan sang syuhada untuk masuk. Terakhir, malaikat itu menoleh kepada Thalhah dan berkata, "Kembalilah, karena belum tiba waktumu."
Keesokan harinya, Thalhah terbangun dan menceritakan keajaiban mimpinya kepada para sahabat. Mereka semua merasa heran, "Bagaimana mungkin orang yang wafat belakangan bisa masuk surga lebih dulu daripada seorang syahid?" Kabar ini pun akhirnya sampai kepada Rasulullah SAW.
Mendengar keheranan mereka, Rasulullah bertanya, "Apa yang membuat kalian merasa heran?"
Para sahabat pun menjawab, "Wahai Rasulullah, pria yang pertama begitu bersemangat dalam jihad hingga mati syahid, namun mengapa ia justru masuk surga setelah pria kedua yang ibadahnya biasa-biasa saja?"
Rasulullah kemudian menjelaskan, "Bukankah Allah memberikan umur yang lebih panjang kepada pria kedua, sehingga ia wafat satu tahun setelah wafatnya sang syuhada?"
"Benar, ya Rasulullah," jawab para sahabat.
Beliau melanjutkan, "Bukankah dengan tambahan usia satu tahun itu, ia sempat berjumpa dengan bulan Ramadan dan menjalankan puasa? Bukankah selama setahun itu ia juga telah melaksanakan sekian banyak salat dan bersujud kepada Allah?"
Para sahabat kembali membenarkan, "Benar, ya Rasulullah."
Maka Rasulullah SAW menegaskan, "Sungguh, perbedaan derajat di antara keduanya di surga bagaikan jarak antara langit dan bumi."
Saudaraku seiman, semoga Allah memuliakan kita semua. di Ramadhan 2026 ini. Renungkanlah hadis ini baik-baik. Betapa besarnya keberuntungan bagi seseorang yang dianugerahi umur panjang oleh Allah Ta;ala sehingga bisa kembali bertemu dengan bulan Ramadan.
Editor : Vitrianda Hilba SiregarEditor Jakarta