get app
inews
Aa Text
Read Next : Riset: Polusi Kendaraan Jadi Faktor Utama Gangguan Pernapasan di Kota Besar

Krisis Energi Global, Pemkab Tangerang Siapkan Efisiensi Listrik dan BBM

Senin, 30 Maret 2026 | 22:24 WIB
header img
Penggunaan PLTS diklaim mampu menghemat energi BBM. (Foto: Ist)

TANGERANG, iNewsTangsel.id - Dampak konflik di Timur Tengah yang melibatkan Iran, Israel, dan Amerika Serikat mulai dirasakan hingga ke daerah, termasuk Kabupaten Tangerang. Menyikapi potensi krisis energi global, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang menyiapkan sejumlah langkah efisiensi, mulai dari penghematan listrik hingga BBM . 

Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, mengatakan, pihaknya telah membahas langkah penghematan energi bersama jajaran pemerintah daerah. Kebijakan ini akan diterapkan di seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) yang dinilai memungkinkan untuk melakukan efisiensi.

“Kebijakan ini bertujuan mendorong kesadaran aparatur sipil negara (ASN) dalam penggunaan energi secara lebih bijak, sekaligus menekan beban anggaran listrik di tengah ketidakpastian global,” katanya, Senin (30/3/2026). 

Dia menjelaskan, penghematan tidak akan diberlakukan pada sektor layanan publik yang bersifat esensial, seperti Disdukcapil, Bapenda, layanan perizinan, hingga rumah sakit tetap beroperasi normal demi menjaga pelayanan kepada masyarakat.

“Ya, ada jam-jam tertentu untuk instansi tersebut. Upaya efisiensi tersebut dapat dilakukan di masing-masing lingkungan kerja guna menekan anggaran pembayaran listrik di tengah situasi krisis global,” terangnya. 

Sementara itu, Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Tangerang, Rizky Maria Puspita Girsang, mengungkapkan, sampai sekarang kondisi pasokan energi di daerah masih relatif aman. Stok BBM dan LPG, khususnya gas subsidi 3 kilogram, masih terjaga.

“Berdasarkan koordinasi terakhir, belum ada kendala distribusi. Untuk itu, kami meminta masyarakat untuk tetap tenang dan tidak melakukan pembelian berlebihan. Hingga saat ini, belum ada instruksi resmi dari pemerintah pusat terkait kebijakan khusus menghadapi dampak krisis energi tersebut,” ujarnya. 

Dia mengakui, gejolak global berpotensi memengaruhi harga komoditas dan inflasi. Beberapa harga bahan pokok sempat mengalami kenaikan menjelang Lebaran, namun kini berangsur stabil seiring menurunnya permintaan masyarakat.

“Dengan berbagai langkah antisipatif yang disiapkan, kami berharap dapat menjaga stabilitas ekonomi daerah sekaligus meminimalkan dampak gejolak energi global terhadap masyarakat,” tutup Rizky. 

Editor : Elva Setyaningrum

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut