Operasi Senyap di Apartemen Tangerang, Polisi Sita 183 Cartridge Etomidate dari Remaja 19 Tahun
TANGERANG, iNewsTangsel - Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya berhasil membongkar jaringan peredaran narkotika jenis baru yang memanfaatkan fasilitas hunian apartemen sebagai gudang penyimpanan. Dalam operasi senyap tersebut, petugas mengamankan seorang pemuda berusia 19 tahun berinisial W di wilayah Kabupaten Tangerang.
Pengungkapan kasus ini berawal dari adanya laporan serta kecurigaan masyarakat mengenai aktivitas mencurigakan di lingkungan apartemen tersebut. Petugas yang melakukan pengintaian di area lobi langsung bergerak cepat menyergap tersangka yang kedapatan membawa paket terlarang.
Modus operandi yang digunakan oleh pelaku terbilang rapi karena menyamarkan cairan mematikan tersebut ke dalam kemasan paket harian.
"Kami awalnya menemukan sejumlah cartridge berisi cairan Etomidate yang disimpan di dalam paper bag dan dibungkus bubble wrap bertulisan 'fragile'," ungkap Kanit 5 Subdit 3 Ditresnarkoba Polda Metro Jaya, AKP Edy Lestari, dikutip Selasa (19/5/2026).
Petugas kemudian langsung menggiring tersangka menuju unit kamarnya yang diduga kuat berfungsi sebagai tempat penyimpanan atau safe house. Di dalam lokasi tersebut, polisi menemukan pasokan barang bukti lain yang disembunyikan secara terpisah di beberapa kantong plastik.
Secara keseluruhan, pihak kepolisian berhasil menyita ratusan unit siap edar beserta berbagai alat pendukung untuk keperluan pengemasan kilat. "Total barang bukti yang ditemukan mencapai 183 unit cartridge berisi cairan Etomidate," tambah Edy dalam keterangannya.
Selain zat berbahaya itu, sejumlah barang seperti lakban, kotak jam, hingga alat tulis turut disita sebagai barang bukti tambahan. Seluruh peralatan tersebut diduga kuat digunakan oleh tersangka untuk mempermudah proses pengiriman barang kepada para konsumen.
Melalui keberhasilan operasi penggerebekan ini, aparat mengklaim telah memutus satu mata rantai distribusi narkoba jenis baru di masyarakat. "Dari penangkapan tersebut, kami telah menyelamatkan 183 jiwa dari bahaya narkoba," tegas Edy.
Saat ini, tersangka beserta seluruh barang bukti telah dibawa ke kantor Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya untuk pemeriksaan lebih lanjut. Pihak penyidik masih melakukan pendalaman intensif guna memburu bandar besar yang mengendalikan pasokan barang dari atas.
Editor: Aris