get app
inews
Aa Text
Read Next : Pertumbuhan Infrastruktur Dorong Kabupaten Tangerang Jadi Hunian Prospektif

Permintaan Melemah, Industri Semen Tertekan Sepanjang 2025

Rabu, 01 April 2026 | 23:02 WIB
header img
Penurunan belanja pemerintah berdampak signifikan pada industri semen domestik, yang menjadi penopang utama proyek konstruksi skala besar. (Foto: Ist)

JAKARTA, iNewsTangsel.id - Industri semen nasional menghadapi tekanan sepanjang 2025 seiring melemahnya permintaan domestik, terutama dari sektor infrastruktur. Penurunan belanja pemerintah berdampak signifikan pada segmen semen curah, yang menjadi penopang utama proyek konstruksi skala besar.

Direktur Utama PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk, Christian Kartawijaya mengungkapkan, data industri menunjukkan pasar semen domestik turun 2,2% pada 2025. Pelemahan terutama terjadi pada semen curah yang merosot 8,3%. Sementara semen kantong masih mencatat pertumbuhan tipis sebesar 0,5%, ditopang konsumsi ritel.

“Kondisi ini juga ikut memengaruhi kinerja kami. Volume penjualan domestik perusahaan turun 4,2%, dengan penurunan lebih dalam pada segmen curah sebesar 10,9%. Sementara itu, penjualan semen kantong juga terkoreksi 1,1%,” katanya, Rabu (1/4/2026). 

Ia menjelaskan, secara total, volume penjualannya, termasuk klinker mencapai 19,94 juta ton atau turun 2,7% dibandingkan tahun sebelumnya. Penurunan ini terutama dipicu oleh melemahnya pasar domestik, meskipun kinerja ekspor tumbuh signifikan hingga 73,9%.

“Sehingga hal ini berdampak pada sisi keuangan, pendapatan kami tercatat Rp17,73 triliun atau turun 4,4% secara tahunan. Laba bruto juga menurun menjadi Rp5,77 triliun, seiring tekanan pada sisi pendapatan,” ucapnya. 

Meski demikian, lanjut dia, efisiensi operasional dan kontribusi non-operasional mendorong peningkatan laba usaha menjadi Rp2,71 triliun atau naik 13,1%. 

“Laba tahun berjalan tercatat Rp2,25 triliun, tumbuh 12% dibandingkan 2024. Kenaikan ini antara lain ditopang oleh keuntungan divestasi serta penurunan beban usaha,” imbuhnya. 

Menurutnya, di tengah tekanan pasar, perusahaan tetap melakukan sejumlah langkah strategis, termasuk akuisisi terminal distribusi semen serta penguatan bisnis turunan melalui kemitraan di sektor mortar. 

“Selain itu, upaya efisiensi energi juga ditingkatkan melalui pemanfaatan bahan bakar alternatif yang naik menjadi 29% dari sebelumnya 21,4%. Penggunaan energi alternatif tersebut turut menekan emisi karbon, dengan emisi CO₂ Scope 1 turun menjadi 512 kg per ton ekuivalen semen dari sebelumnya 533 kg,” tegas Christian. 

Editor : Elva Setyaningrum

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut