get app
inews
Aa Text
Read Next : Iduladha Perkuat Semangat Berbagi dan Ajak Masyarakat Perluas Dampak Qurban

‎Pastikan Hewan Kurban Sehat, 96 Petugas Diterjunkan Jelang Iduladha ‎

Senin, 18 Mei 2026 | 21:49 WIB
header img
Petugas sedang memeriksa kesehatan hewan kurban di lapak pedagang. (Foto: Istimewa)

TANGERANG, iNewsTangsel.id -Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang mulai memperketat pengawasan kesehatan hewan kurban menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah. Sebanyak 96 petugas gabungan diterjunkan untuk memastikan hewan kurban yang dijual kepada masyarakat dalam kondisi sehat, aman, dan layak dikonsumsi.

‎"Upaya tersebut dilakukan untuk memastikan hewan kurban yang beredar di masyarakat memenuhi standar ASUH, yakni Aman, Sehat, Utuh, dan Halal yang wajib dipatuhi di seluruh lapak penjualan maupun lokasi penyembelihan di Kabupaten Tangerang," kata Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid saat Rakor bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Senin (18/5/2026).

‎Selain pengawasan langsung di lapangan, lanjutnya, pihaknya juga menyiapkan langkah edukasi kepada masyarakat melalui video panduan tata cara penyembelihan hewan kurban yang benar.

‎" Video tersebut nantinya akan didistribusikan ke kecamatan dan panitia kurban di lingkungan masyarakat," imbuhnya.

‎Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Tangerang, Ujang Sudiartono menambahkan, untuk mendukung pengawasan pihaknya menerjunkan 96 petugas pemeriksa kesehatan hewan kurban. Petugas tersebut akan disebar untuk memonitor ketersediaan dan kelayakan hewan kurban di wilayah Kabupaten Tangerang.

‎"Tim yang merupakan kolaborasi dengan Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Cabang Banten II ini bertugas mengecek apakah hewan sehat, tidak cacat, dan memenuhi syariat Islam. Kami ingin masyarakat tenang dan aman saat membeli hewan kurban," ujar Ujang.

‎Dijelaskan, petugas dijadwalkan melakukan pemeriksaan di lapak-lapak penjualan hewan kurban mulai 19 hingga 26 Mei 2026. Adapun jumlah titik penjualan hewan kurban di Kabupaten Tangerang tahun ini diperkirakan meningkat dibandingkan tahun lalu yang mencapai sekitar 600 titik penjualan.

‎"Karena itu, masyarakat diimbau membeli hewan kurban di lapak resmi yang telah diperiksa petugas untuk memastikan kondisi hewan sehat dan memenuhi syarat kurban," ungkapnya.

‎Sedangkan, pemeriksaan pasca-penyembelihan dijadwalkan pada 27-31 Mei 2026. Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh, meliputi pengecekan fisik hewan, status vaksinasi, hingga kelengkapan dokumen kesehatan dari daerah asal.

‎"Langkah ini dilakukan untuk mencegah penyebaran penyakit hewan, khususnya penyakit zoonosis yang dapat menular kepada manusia, seperti antraks. Selain itu, PMK dan LSD juga tetap menjadi perhatian dalam pemeriksaan," ucapnya.

‎Dipaparkan, pengawasan dilakukan dalam tiga tahapan. Tahap pertama dimulai sejak awal Mei melalui pembekalan kepada petugas pemeriksa dan peternak terkait kesehatan hewan serta tata kelola penjualan hewan kurban.

‎"Pada tahap kedua, yakni saat pemotongan hewan kurban, kami bekerja sama dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Institut Pertanian Bogor (IPB). Kolaborasi ini dilakukan agar proses penyembelihan berjalan sesuai syariat dan kualitas daging yang dibagikan kepada masyarakat tetap terjamin,” ujar Ujang.

‎Tahap ketiga dilakukan setelah pemotongan hingga tiga hari Tasyrik. Dalam tahap ini, tim khusus akan memeriksa kondisi daging dan jeroan hewan kurban untuk mendeteksi adanya cacing maupun penyakit lainnya.

‎"Jika ditemukan organ yang mengandung cacing, petugas akan langsung melokalisirnya sesuai aturan. Langkah ini diambil demi menjamin masyarakat menerima daging kurban yang aman dan berkualitas tinggi,” pungkas Ujang.

Editor : Elva Setyaningrum

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut