Cek Kondisi Stok BBM di 50 SPBU, Ini Kata Disperindag Kota Tangerang
KOTA TANGERANG, iNewsTangsel - Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM (Disperindagkop UKM) Kota Tangerang baru saja merilis laporan terbaru mengenai ketahanan stok bahan bakar minyak (BBM) di wilayahnya. Sebanyak 50 SPBU yang tersebar di berbagai titik dipastikan dalam kondisi stabil guna memenuhi kebutuhan harian masyarakat yang terus meningkat.
Kepala Bidang Perdagangan Disperindagkop UKM Kota Tangerang, Ali Furqon, melakukan monitoring langsung ke SPBU Kebon Nanas untuk memastikan data di lapangan. Berdasarkan hasil pantauan tersebut, ketersediaan bahan bakar di setiap tangki timbun dinyatakan mencukupi dan tidak ada kekosongan pasokan.
"Berdasarkan hasil pemantauan yang kami lakukan hari ini, untuk stok BBM masih aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat di setiap harinya," ujar Ali Furqon pada Kamis (2/4/2026).
Pihaknya terus menjalin koordinasi intensif dengan Pertamina pusat guna menjamin kelancaran distribusi logistik ke seluruh pelosok Kota Tangerang.
Langkah monitoring berkala ini sengaja ditingkatkan untuk meredam kekhawatiran publik terkait isu kelangkaan energi yang sempat berembus di media sosial. Selain mengecek volume stok, petugas juga memastikan bahwa harga yang dibayarkan konsumen tetap sesuai dengan regulasi resmi pemerintah.
Supervisor SPBU 34.151.50 Kebon Nanas, Suharli, turut memberikan klarifikasi mengenai antrean kendaraan yang sempat terlihat memanjang di beberapa lokasi. Menurutnya, hal tersebut murni terjadi karena adanya lonjakan permintaan sesaat dari masyarakat, bukan karena kendala teknis pada suplai.
“Stok BBM selalu tersedia dan kalaupun sempat terjadi antrean, itu lebih karena peningkatan permintaan dari masyarakat sendiri,” kata Suharli. Ia menjamin bahwa pengiriman armada tangki dari depo tetap berjalan normal tanpa adanya hambatan operasional yang berarti.
Asisten Daerah Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kota Tangerang, Ruta Ireng Wicaksono, dengan tegas mengimbau warga agar menjauhi perilaku panic buying. Ia mengingatkan bahwa tindakan menimbun BBM tidak hanya merugikan orang lain, tetapi juga memiliki konsekuensi hukum yang sangat berat.
“Yang terpenting saat ini adalah menjaga situasi tetap kondusif dan tidak perlu panik karena kondisi BBM masih aman,” pungkas Ruta Ireng.
Editor : Aris