Diguyur Hujan Lebat Sejak Sabtu Pagi, Sejumlah Perumahan di Tangsel Terendam Banjir
PAMULANG, iNewsTangsel.id- Kota Tangerang Selatan kembali dikepung banjir dengan ketinggian air mencapai 30 hingga 80 sentimeter akibat guyuran hujan lebat sejak Sabtu pagi.
Kondisi ini memaksa aktivitas warga di beberapa pemukiman padat penduduk lumpuh total karena akses jalan utama tertutup genangan air yang cukup tinggi.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang Selatan segera bergerak cepat dengan mengerahkan tiga tim lengkap menuju lokasi terdampak.
Petugas membawa perahu karet untuk melakukan pemantauan intensif serta membantu proses evakuasi warga yang terjebak di dalam rumah mereka.
"BPBD mengirimkan tiga tim menggunakan perahu karet ke sejumlah lokasi banjir dengan ketinggian air rata-rata 30 sampai 80 sentimeter," ujar Danton Satgas BPBD Tangsel, Dian Wiryawan, dalam keterangannya, Sabtu (4/4/2026).
Pihaknya memprioritaskan penanganan pada wilayah-wilayah yang memiliki tingkat kedalaman air paling ekstrem guna menjamin keselamatan jiwa masyarakat.
Dian menjelaskan bahwa wilayah Pamulang menjadi titik terparah, mencakup Perumahan BPI Pamulang Timur hingga Jalan Akasia di Perumahan Reni Jaya. Tim di lapangan terus berupaya menyisir gang-gang sempit untuk memastikan tidak ada lansia atau anak-anak yang tertinggal dalam kondisi berbahaya.
"Akibat banjir yang cukup dalam ini, tim BPBD akan terus bersiaga di lokasi dengan menyiagakan perahu karet," tegas Dian.
Pendataan terhadap kerugian materiil serta kebutuhan logistik darurat bagi para pengungsi juga tengah dilakukan secara paralel oleh petugas.
Selain ancaman banjir, hujan deras yang tak kunjung reda ini juga memicu bencana tanah longsor di dua lokasi berbeda di wilayah Serpong dan Pamulang.
Titik longsor dilaporkan terjadi di Daerah Cengkol Muncul, Kelurahan Buaran, serta area lereng di Perumahan BPI yang sangat mengkhawatirkan warga sekitar.
"Selain banjir, ada juga di beberapa titik lokasi yang mengalami longsor akibat pergerakan tanah yang tidak stabil," pungkas Dian.
Petugas gabungan kini berjaga ekstra ketat di area rawan longsor guna mengantisipasi adanya pergeseran tanah susulan yang bisa merusak hunian. BPBD mengimbau masyarakat Tangerang Selatan untuk tetap waspada dan segera mengungsi jika debit air terus mengalami kenaikan signifikan di lingkungan masing-masing.
Editor : Aris