Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Dokter Ungkap Pentingnya Kesehatan Pencernaan Anak Sejak Lahir
Advertisement . Scroll to see content

Gizi Anak Jadi Sorotan, Kasus Balita Underweight di Indonesia Masih Tinggi

Sabtu, 07 Maret 2026 | 10:55 WIB
  • author Eka Maria
Gizi Anak Jadi Sorotan, Kasus Balita Underweight di Indonesia Masih Tinggi
Tanpa intervensi gizi yang tepat, kondisi tersebut dapat memperburuk persoalan stunting yang hingga kini masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat di Indonesia. Foto Eka

JAKARTA, iNewsTangsel.id - Persoalan gizi anak di Indonesia masih menjadi pekerjaan rumah serius. Data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024 menunjukkan prevalensi anak balita dengan berat badan kurang (underweight) mencapai 16,8 persen, meningkat dari 15,9 persen pada 2023. Kondisi ini dinilai berpotensi memperbesar risiko gangguan pertumbuhan hingga stunting jika tidak ditangani sejak dini.

Dokter spesialis anak dr. Ian Suryadi Suteja, M.Med Sc, Sp.A menjelaskan bahwa berat badan dan tinggi badan merupakan indikator penting untuk menilai status gizi anak. Menurutnya, pemantauan pertumbuhan harus dilakukan secara rutin agar masalah gizi dapat dideteksi lebih cepat.

“Status gizi anak menunjukkan apakah kebutuhan nutrisi hariannya terpenuhi atau tidak. Jika asupan gizi tidak memadai, baik kalori maupun protein, risiko gangguan pertumbuhan bisa meningkat,” kata Ian, Sabtu (7/3/2026).

Ia menambahkan, orang tua dianjurkan menimbang berat badan anak secara berkala. Pada bayi di bawah satu tahun, pemantauan sebaiknya dilakukan setiap bulan, sementara pada anak usia satu hingga dua tahun minimal setiap tiga bulan.

Menurut Ian, kondisi berat badan anak yang sulit naik atau berada di bawah standar harus diwaspadai karena dapat menjadi tanda awal gangguan pertumbuhan. Jika tidak segera ditangani, dampaknya bukan hanya pada fisik, tetapi juga pada perkembangan kognitif anak.

Untuk mencegah kondisi tersebut, orang tua disarankan memastikan pola makan anak memenuhi prinsip gizi seimbang. Menu harian anak idealnya mengandung karbohidrat, protein hewani, sayuran, serta lemak sehat. Sumber protein seperti telur, ikan, ayam, dan daging dinilai penting untuk mendukung proses pertumbuhan.

Editor: Hasiholan Siahaan

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut