Horor The Bell Eksplorasi Legenda Belitung dan Lonceng Keramat
JAKARTA, iNewsTangsel.id - Rumah produksi Sinemata Buana Kreasindo memperkenalkan pendekatan berbeda dalam film horor lewat peluncuran trailer The Bell: Panggilan untuk Mati, yang mengangkat mitos lokal Penebok dari Belitung sebagai daya tarik utama.
Berbeda dari tren horor yang didominasi sosok populer, film ini mencoba menghadirkan teror baru berbasis kearifan lokal. Produser Eksekutif Budi Yulianto menyebut pengangkatan legenda Penebok menjadi upaya memperluas khazanah horor nasional.
“Kami ingin memperkenalkan cerita rakyat Belitung ke level nasional dengan pendekatan yang lebih sinematik dan relevan,” ujarnya, Kamis (9/4/2026). Sementara itu, produser Aris Muda Irawan menilai eksplorasi mitos baru menjadi strategi penting di tengah persaingan industri film horor.
Film ini mengisahkan teror dari lonceng keramat yang membebaskan sosok hantu tanpa kepala, Penebok, setelah dicuri demi konten digital. Cerita tersebut dipadukan dengan pendekatan teknis unik oleh sutradara Jay Sukmo untuk memperkuat atmosfer ketegangan.
Dijadwalkan tayang 7 Mei 2026, film ini tak hanya menargetkan pasar horor, tetapi juga diharapkan mendorong promosi budaya dan pariwisata Belitung melalui layar lebar.
Editor : Hasiholan Siahaan