get app
inews
Aa Text
Read Next : Melihat Dunia Lebih Bersih dan Berwarna di Jakarta Fashion Week 2026

Fokus Efisiensi dan Kurangi Limbah, Sektor B2B Beralih ke IoT

Kamis, 16 April 2026 | 13:51 WIB
header img
Salah satu sektor B2B di Jakarta menggunakan teknologi IoT untuk efisiensi dan kurangi limbah. (Foto: Ist)

JAKARTA, iNewsTangsel.id - Sektor business-to-business (B2B) di Indonesia mulai mengarah pada pemanfaatan teknologi Internet of Things (IoT) sebagai upaya meningkatkan efisiensi operasional sekaligus mengurangi limbah. Transformasi ini menjadi bagian dari penyesuaian industri terhadap tuntutan pasar yang semakin mengedepankan efektivitas biaya dan keberlanjutan.

‎Salah satu pendekatan yang mulai berkembang adalah penggunaan sistem dispensing pintar berbasis IoT, seperti yang dikembangkan Siklus bersama Snap Clean. Sistem ini memungkinkan pemantauan penggunaan produk secara real-time serta pengendalian distribusi yang lebih tepat di berbagai sektor, termasuk layanan kesehatan, perhotelan, dan industri makanan dan minuman.

‎"Sehingga dapat mengurangi potensi pemborosan, kebocoran, hingga ketidakefisienan dalam rantai pasok. Model ini juga membuka peluang bagi perusahaan untuk mengoptimalkan distribusi berbasis data, bukan hanya perkiraan," katanya, Kamis (16/4/2026).

‎Menurutnya, sistem yang dihadirkan mengombinasikan perangkat dispensing dengan pemantauan digital, sehingga penggunaan produk dapat dikontrol sekaligus dicatat secara otomatis.Selain mendorong efisiensi, pendekatan ini juga sejalan dengan tren ekonomi sirkular yang mulai diadopsi di Indonesia.

‎"Sistem isi ulang dan penggunaan kemasan besar dapat mengurangi ketergantungan pada kemasan sekali pakai yang selama ini menjadi sumber limbah industri," tegasnya.

‎Dijelaskan, peluang pengembangan solusi ini tergolong besar. Nilai pasar homecare B2B di Indonesia diperkirakan mencapai sekitar USD1,75 miliar, dengan pertumbuhan yang didorong oleh meningkatnya kebutuhan layanan berbasis efisiensi dan keberlanjutan.

‎"Namun, implementasi teknologi IoT di sektor B2B masih menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari kebutuhan investasi awal, kesiapan infrastruktur, hingga adaptasi sumber daya manusia terhadap sistem baru. Tidak semua pelaku usaha memiliki kapasitas yang sama dalam mengadopsi teknologi ini secara cepat," imbuhnya.

‎Diungkapkan, di tengah tantangan tersebut, dorongan regulasi seperti peningkatan penggunaan produk dalam negeri (TKDN) dan kebijakan ekonomi sirkular turut mempercepat perubahan pola distribusi di sektor industri. Pelaku usaha didorong untuk mencari model bisnis yang tidak hanya efisien, tetapi juga lebih ramah lingkungan.

‎"Ke depan, integrasi teknologi digital seperti IoT diperkirakan akan menjadi salah satu faktor kunci dalam meningkatkan daya saing sektor B2B di Indonesia. Perusahaan yang mampu mengoptimalkan efisiensi sekaligus mengurangi dampak lingkungan berpotensi memenangkan persaingan di pasar yang semakin kokeberlan," paparnya.

Editor : Elva Setyaningrum

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut