Tingkatkan Penjualan, Industri Perhiasan Andalkan Pengalaman Konsumen
JAKARTA, iNewsTangsel.id - Industri perhiasan di Indonesia mulai menunjukkan pergeseran tren, dari sekadar transaksi pembelian menjadi pengalaman gaya hidup yang lebih personal dan bermakna. Hal ini terlihat dari berbagai inisiatif yang dihadirkan pelaku industri, termasuk The Palace Jeweler, yang mulai menggabungkan unsur apresiasi pelanggan dalam strategi bisnisnya.
Brand Manager The Palace Jeweler, Winny Melita mengatakan, program undian nasional yang baru diperkenalkan menjadi salah satu contoh bagaimana pelaku usaha mencoba menciptakan keterikatan emosional dengan konsumen.
"Tidak hanya menawarkan produk, sekarang kami juga berlomba menghadirkan pengalaman belanja yang lebih interaktif dan berkesan," katanya, Jumat (17/4/2026).
Menurutnya, tren ini sejalan dengan perubahan perilaku konsumen, terutama generasi muda, yang cenderung mencari nilai lebih dari sebuah pembelian. Kini, perhiasan tidak lagi dipandang sebagai simbol status, melainkan bagian dari ekspresi diri dan penanda momen penting dalam kehidupan.
"Makanya, kami semakin mengedepankan pendekatan pengalaman (customer experience) sebagai nilai tambah di luar produk utama sekaligusmemperkuat hubungan emosional antara brand dan pelanggan," ujarnya.
Hal senada diungkapkan, PR Manager Central Mega Kencana, Chikita Rosemarie, pengalaman konsumen ini mencerminkan pergeseran dalam model bisnis ritel. Kini, perusahaan tidak lagi hanya mengandalkan penjualan produk, tetapi juga menciptakan nilai tambah melalui interaksi dan keterlibatan konsumen.
"Apalagi, sekarang konsumen memiliki kemampuan untuk membandingkan harga, kualitas, hingga sertifikasi produk secara lebih transparan. Hal ini mendorong kami untuk menjaga daya saing melalui standar kualitas yang jelas serta harga yang kompetitif," terangnya.
Editor : Elva Setyaningrum