Akademi Batik Tuli Jadi Langkah Strategis Lestarikan Budaya dan Ekonomi Kreatif
Jum'at, 17 April 2026 | 16:43 WIB
Dukungan juga datang dari PLN yang melihat potensi besar dalam pengembangan ekonomi kreatif berbasis inklusi. Senior Manager Komunikasi dan Umum PLN UID Jakarta Raya, Haris Andika, menyatakan pihaknya turut memberikan pelatihan pemasaran digital agar produk karya peserta dapat menjangkau pasar yang lebih luas.
“Harapannya, mereka tidak hanya menjadi pengrajin, tetapi juga pelaku usaha yang mandiri dan berdaya saing,” kata Haris.
Melalui kolaborasi ini, Akademi Batik Tuli(s) diharapkan menjadi model pemberdayaan berbasis budaya yang inklusif, sekaligus menjaga warisan batik Indonesia di tengah perkembangan zaman.
Editor : Hasiholan Siahaan