Risiko Kecelakaan Tinggi, Perlindungan Mitra Pengemudi Makin Dibutuhkan
JAKARTA, iNewsTangsel.id - Isu keselamatan kerja bagi mitra pengemudi di sektor logistik kembali menjadi perhatian, seiring tingginya risiko kecelakaan lalu lintas yang dihadapi dalam aktivitas distribusi barang sehari-hari. Untuk melindungi para mitra pengemudi, PT Lalamove Logistik Indonesia meluncurkan program perlindungan kecelakaan bagi mitra pengemudi dan pengguna layanan melalui kolaborasi dengan PT Asuransi Tokio Marine Indonesia serta platform insurtech Qoala.
"Program ini dijalankan sebagai bagian dari upaya memperkuat aspek keamanan dalam ekosistem kerja berbasis platform digital," kata Managing Director Lalamove Indonesia, Andito B. Prakoso, Selasa (21/4/2026).
Dijelaskan, perlindungan diberikan tanpa biaya tambahan bagi mitra maupun konsumen, sehingga tidak membebani pendapatan pekerja di sektor tersebut. Langkah ini mencerminkan meningkatnya perhatian terhadap aspek kesejahteraan dan keamanan pekerja informal, khususnya di sektor ekonomi digital yang terus berkembang.
"Perlindungan ini kami berikan karena mitra pengemudi, yang menjadi tulang punggung layanan logistik, sering kali menghadapi risiko tinggi di jalan tanpa jaminan perlindungan yang memadai," imbuhnya.
Andito menerangkan, data dari Badan Pusat Statistik (BPS), mencatat sekitar 150 ribu kecelakaan lalu lintas terjadi sepanjang 2024. Angka ini menunjukkan bahwa risiko di jalan raya masih menjadi tantangan serius, terutama bagi pekerja yang bergantung pada mobilitas tinggi.
"Maka, perlindungan ini sebagai langkah penting untuk memberikan rasa aman bagi mitra pengemudi selama menjalankan aktivitasnya," ujarnya.
Sementara itu, Chief Distribution Officer Tokio Marine Indonesia, Heryudi mengatakan, kerja sama ini sebagai bentuk adaptasi terhadap kebutuhan perlindungan di sektor logistik modern.
"Apalagi, perlindungan asuransi menjadi kebutuhan penting untuk menjaga stabilitas operasional, terutama bagi pekerja yang bergantung pada mobilitas tinggi," ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama PT Mitra Jasa Pratama (Qoala) Ian Ramelan menambahkan, pihaknya memahami setiap industri memiliki risiko tinggi. Karena itu, peran pihaknya harus bisa menerjemahkan kebutuhan spesifik klien serta menggunakan keahlian perusahaan dalam memberikan rekomendasi perlindungan yang paling akurat.
“Penyediaan asuransi tanpa biaya tambahan ini berpotensi meningkatkan efisiensi dan produktivitas sektor logistik. Mitra pengemudi yang merasa lebih terlindungi diharapkan dapat bekerja lebih optimal, sehingga berdampak pada kualitas layanan dan kepercayaan konsumen," tutup Ian.
Editor : Elva Setyaningrum