Kisah Mualaf di Balik Lagu Assalamualaikum Sayang Tandai Debut D'Sayang Band
JAKARTA, iNewsTangsel - Industri musik Indonesia kini semakin berwarna dengan kehadiran D'Sayang Band yang baru saja merilis karya perdana mereka. Grup musik ini meluncurkan single bertajuk "Assalamualaikum Sayang" sebagai langkah awal mereka merintis karier di belantika musik nasional.
Grup ini resmi terbentuk pada 18 Maret 2026 yang merupakan momentum sangat spesial bagi sang pendiri sekaligus vokalis utamanya. Tanggal tersebut dipilih secara sengaja karena bertepatan dengan hari ulang tahun sang vokalis, Dimas Salamun.
Perjalanan Dimas di dunia tarik suara sebenarnya sudah dimulai sejak tahun 2009 saat dirinya masih berstatus sebagai penyanyi solo. Sosok pemuda asal Sarolangun, Jambi, ini memulai segalanya dari nol sebagai anak desa yang bertekad menembus industri musik ibu kota.
Meski sempat merasakan kesuksesan dan menjalin kontrak dengan label besar, perjalanan kariernya tidak selalu berjalan dengan mulus. Dimas sempat memutuskan untuk vakum dari dunia musik sebelum akhirnya mendapatkan motivasi baru untuk kembali berkarya.
Semangatnya bangkit kembali setelah ia melakukan komunikasi intensif dengan rekannya, Anto Cepi, yang memberikan dukungan penuh. Dari diskusi sederhana itulah muncul ide besar untuk membentuk D'Sayang Band sebagai wadah baru dalam mengekspresikan kreativitasnya.
Karya perdana mereka ternyata menyimpan pesan yang sangat mendalam karena diangkat dari pengalaman pribadi yang bersifat spiritual.
"Lagu ini terinspirasi dari seorang wanita bernama Jasmin Valencia Agatha, sosok wanita cantik, mungil, keturunan Tionghoa yang dulunya non-Muslim dan kini telah memeluk agama Islam," ungkap Dimas Salamun Dimas Salamun, dalam keterangannya, Selasa (21/4/2026).
Kisah cinta serta proses mualaf sang kekasih menjadi jiwa utama dalam lirik lagu yang sangat menyentuh hati pendengarnya. Keunikan lain dari band ini terletak pada aransemen musiknya yang menggabungkan dua unsur budaya yang sangat kontras namun harmonis. Karakter musik mereka dibangun dari komposisi 40 persen nuansa Mandarin dan 60 persen identitas musik band Indonesia yang modern.
Nama D'Sayang sendiri merupakan simbol dari inisial Dimas dan rasa sayangnya kepada sosok wanita yang menjadi sumber inspirasi terbesarnya. Kembalinya Dimas ke panggung musik membuktikan bahwa mimpi dan semangat untuk terus berkarya tidak akan pernah padam oleh waktu.
"D'Sayang Band bukan hanya sekadar band baru, tetapi simbol perjalanan, cinta, dan kebangkitan dalam dunia musik," pungkas Dimas.
Editor : Aris