Jangan Sepelekan Demam Menggigil: Penyakit Malaria Masih Mengancam, Deteksi Dini Jadi Kunci
JAKARTA, iNewsTangsel - Penyakit malaria hingga kini masih menjadi ancaman kesehatan serius yang membutuhkan perhatian berkelanjutan di tingkat komunitas masyarakat. Meskipun penyakit ini dapat dicegah, rendahnya literasi kesehatan dan faktor lingkungan yang kurang terjaga sering kali meningkatkan risiko penularan di berbagai wilayah.
Pendekatan preventif melalui edukasi dan deteksi dini kini semakin gencar dilakukan melalui kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, dan tenaga medis. Kegiatan berbasis komunitas terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman warga sekaligus memperluas jangkauan layanan kesehatan dasar di pedesaan.
Dalam rangka memperingati Hari Malaria Sedunia pada 25 April 2026, ratusan warga Dusun Mudal mendapatkan fasilitas pemeriksaan kesehatan massal secara cuma-cuma. Selain melakukan cek darah lengkap, masyarakat juga dibekali pengetahuan mendalam mengenai cara memutus rantai penularan nyamuk pembawa parasit.
Dokter dari Rumah Sakit Siloam Yogyakarta, dr. Sri Haryati, MKK, menegaskan bahwa pemahaman masyarakat terhadap gejala awal adalah kunci utama menekan angka kematian.
"Malaria merupakan penyakit yang dapat dicegah apabila masyarakat memiliki pemahaman yang baik mengenai gejalas erta cara pencegahannya. Melalui kegiatan seperti ini, kami berharap masyarakat dapat lebih waspada terhadap gejala awal malaria serta menerapkan pola hidup bersih dan sehat untukmengurangi risiko penularan,” ujarnya dr. Sri Hayati dalam keterangan resminya, dikutip Senin (27/4/2026).
Masyarakat diminta untuk sangat waspada terhadap gejala klinis seperti demam tinggi yang muncul berkala disertai menggigil dan mual yang hebat. Penerapan pola hidup bersih dan sehat, termasuk menghindari genangan air, menjadi langkah nyata yang wajib dilakukan oleh setiap rumah tangga.
Ketua Program CSR Holywings Peduli, Andrew Susanto, menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan komitmen nyata perusahaan dalam mendukung peningkatan kesadaran kesehatan nasional. Ia berharap momentum ini dapat mendorong masyarakat untuk lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan guna mencegah munculnya sarang nyamuk.
Layanan kesehatan gratis ini meliputi pemeriksaan gula darah, kolesterol, hingga asam urat yang disambut antusias oleh para peserta dari berbagai usia. Warga mengaku sangat terbantu karena kini mereka lebih memahami pentingnya menggunakan kelambu dan obat anti nyamuk terutama saat beraktivitas di malam hari.
Sinergi berbagai pihak ini mencerminkan betapa krusialnya pendekatan berbasis komunitas dalam meningkatkan literasi kesehatan secara menyeluruh di Indonesia. Dengan deteksi dini yang tepat, risiko penyebaran penyakit menular diharapkan dapat ditekan seminimal mungkin demi mewujudkan lingkungan yang sehat.
Editor : Aris