get app
inews
Aa Text
Read Next : Geger Challenge Hafalan Al-Qur’an Berhadiah Miras di Konser, Polisi Amankan 2 Orang

Festival Musik Cherrypop 2026 Jadi Ruang Edukasi Anak Muda untuk Peduli Sampah Plastik

Senin, 24 Agustus 2026 | 23:46 WIB
header img
Festival Cherrypop 2026 menghadirkan edukasi pengelolaan sampah plastik dan ekonomi sirkular untuk mendorong anak muda peduli lingkungan. [Foto: ist]

JAKARTA, iNewsTangsel - Festival Cherrypop 2026 sukses dihelat di kawasan Candi Prambanan, Yogyakarta, pada 22–23 Agustus 2026. Festival musik ini tidak hanya menyuguhkan aksi panggung musisi dan penyanyi skena, uniknya event ini juga ajang kreatif dan menghadirkan pesan tentang kepedulian lingkungan. 

Kehadiran inisiatif pengelolaan sampah plastik di tengah festival menjadi upaya memperkenalkan pentingnya memilah dan mengelola sampah sejak dari sumbernya. Cherrypop yang digagas Swasembada Kreasi selama ini dikenal sebagai festival yang mempertemukan berbagai elemen subkultur, mulai dari musik, film, seni rupa hingga kuliner. 

Ruang kreatif tersebut kemudian dimanfaatkan untuk menyampaikan isu lingkungan dengan pendekatan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari generasi muda. 

Salah satu persoalan yang mendapat perhatian adalah meningkatnya sampah botol plastik dalam kegiatan yang melibatkan banyak pengunjung. CEO Prevented Ocean Plastic Southeast Asia (POPSEA) Daniel Lawrence Angelo mengatakan festival musik dapat menjadi ruang strategis untuk membangun kesadaran publik mengenai pengelolaan sampah.

"Kami menyambut baik kolaborasi dengan Cherrypop 2026 dan berharap festival-festival musik lainnya juga memiliki mitra keberlanjutan seperti kami," ujar Daniel dalam keterangannya, Senin (24/8/2026). 

Menurut dia, edukasi di ruang publik diperlukan agar masyarakat memahami bahwa persoalan sampah plastik merupakan tanggung jawab bersama. Daniel menjelaskan, edukasi tersebut tidak berhenti pada ajakan membuang sampah pada tempatnya, tetapi juga memperkenalkan perjalanan material setelah dikumpulkan. 

"Masyarakat mungkin bertanya, sampah plastik ini apa, fungsinya kenapa, hasilnya nanti jadi apa, ini yang mungkin masyarakat kita masih sangat kurang informasi," katanya.

Upaya pengelolaan plastik pascakonsumsi juga berkaitan dengan konsep ekonomi sirkular, ketika material yang telah digunakan kembali diproses agar memiliki nilai guna. Jaringan pengumpulan dan pemilahan plastik yang dikembangkan POPSEA disebut telah menjangkau sejumlah kota di Indonesia, sekaligus melibatkan pekerja serta para pengumpul sampah dalam rantai pengelolaannya.

Menurut Daniel, keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting dalam membangun kebiasaan baru terkait sampah plastik, termasuk di kalangan anak muda. "Harapan terbesar kami adalah masyarakat semakin memahami bahwa tanggung jawab terhadap sampah plastik yang kita hasilkan bukanlah tanggung jawab pihak manapun, tetapi dimulai dari diri kita sendiri," tegasnya.

Kolaborasi di Cherrypop 2026 diharapkan dapat menjadi contoh bahwa pesan lingkungan dapat disampaikan melalui kegiatan kreatif tanpa mengurangi keseruan sebuah festival. Ke depan, Daniel mengatakan pihaknya ingin memperluas komunikasi dengan berbagai penyelenggara kegiatan agar pengelolaan sampah dan edukasi lingkungan semakin terintegrasi dalam acara publik.

Editor : Aris

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut