Utamakan Keamanan, Perawatan Estetika Berbasis Medis Makin Diminati
JAKARTA, iNewsTangsel.id - Minat masyarakat terhadap perawatan estetika terus menunjukkan peningkatan dalam beberapa tahun terakhir. Namun, tren ini kini tidak lagi sekadar berfokus pada hasil visual, tapi juga keamanan dan standar medis yang lebih ketat. Hadirnya Kalyce Aesthetic Clinic di lingkungan RS Tria Dipa, Jakarta ini menjadi salah satu contoh perubahan tersebut.
Dokter Spesialis Bedah Plastik, dr. Kevin Leonard Suryadinata mengungkapkan, dengan konsep layanan terintegrasi berbasis fasilitas rumah sakit, klinik ini menawarkan pendekatan menyeluruh, mulai dari konsultasi medis, pemeriksaan laboratorium, hingga tindakan estetika dalam satu lokasi.
"Konsep ini memungkinkan pasien mendapat pemeriksaan kesehatan menyeluruh sebelum menjalani tindakan sekaligus memastikan setiap prosedur dilakukan berdasarkan kondisi kesehatan yang terukur," katanya, Rabu (29/4/2026).
Menurut dr. Kevin, pendekatan ini penting untuk meminimalkan risiko, terutama pada prosedur yang bersifat invasif seperti bedah plastik. Karena aspek keselamatan menjadi prioritas utama.
"Pemeriksaan sebelum tindakan penting untuk memastikan pasien dalam kondisi stabil, termasuk pengecekan jantung, penyakit bawaan, hingga kesiapan fisik secara menyeluruh. Jadi, pemeriksaan awal bukan sekadar formalitas, tapi bagian krusial dalam memastikan keselamatan pasien," ucapnya.
Diungkapkan, setiap pasien perlu melalui serangkaian pemeriksaan, mulai dari tes laboratorium hingga evaluasi kondisi organ vital. Hal ini bertujuan untuk memastikan tindakan estetika dapat dilakukan dengan aman dan sesuai kondisi kesehatan individu.
"Didukung tim multidisiplin, termasuk konsultasi dengan dokter penyakit dalam, setiap tindakan dilakukan berdasarkan indikasi medis yang tepat. Jika terjadi komplikasi, pasien dapat langsung dirujuk dan ditangani secara cepat di fasilitas rumah sakit," imbuhnya.
Pada kesempatan yang sama, dokter Spesialis Kulit, dr. Yohanes Ridora Gusnanda, menambahkan, selain aspek keamanan, perkembangan teknologi juga turut mendorong meningkatnya minat masyarakat. Berbagai metode perawatan non-bedah kini hadir dengan pendekatan yang lebih terukur.
"Efektivitas teknologi saat ini tidak hanya dilihat dari perubahan visual, tapi juga melalui pengukuran objektif. Pengukuran berbasis angka memberikan gambaran yang lebih akurat dibanding sekadar foto sebelum dan sesudah,” terangnya.
Dia mengatakan, di tengah maraknya alat estetika di pasaran yang belum tentu memberikan hasil optimal. Bahkan, kesadaran masyarakat terhadap risiko juga meningkat.
"Banyak pasien kini lebih selektif dalam memilih layanan, termasuk memastikan prosedur dilakukan oleh tenaga medis berkompeten dan di fasilitas yang memadai. Sehingga perawatan estetika di Indonesia menjadi tren gaya hidup dari layanan kesehatan yang menuntut standar tinggi," tutup dr. Yohanes.
Editor : Elva Setyaningrum