Jelang Idul Adha, Ini Cara Pilih Hewan Kurban yang Sah Sesuai Syariat dan Penyaluran Tepat Sasaran
JAKARTA, iNewsTangsel - Menjelang perayaan Idul Adha 1447 Hijriah, masyarakat mulai disibukkan dengan persiapan ibadah kurban yang tidak hanya menitikberatkan pada pemilihan hewan, tetapi juga ketepatan prosesnya. Pemilihan metode pengelolaan yang profesional menjadi kunci agar manfaat daging kurban dapat menjangkau masyarakat yang benar-benar membutuhkan secara luas.
Langkah strategis diambil melalui program Sebar Qurban untuk memastikan distribusi dilakukan secara terarah sejak proses awal hingga ke tangan penerima. Tim lapangan bekerja ekstra keras menyusun pemetaan wilayah yang memiliki keterbatasan akses pangan guna menjamin keadilan sosial bagi kaum dhuafa.
Vice President Human Initiative, Romi Ardiansyah, menjelaskan bahwa pihaknya menyediakan berbagai skema untuk mempermudah masyarakat dari segala kalangan dalam menunaikan ibadah ini.
"Kami menawarkan kemudahan akses baik secara online maupun offline agar semua kalangan dapat berkurban tahun ini," ujar Romi, dalam keterangannya, Kamis (7/5/2026).
Standar kualitas hewan kurban dijaga sangat ketat melalui proses Quality Control yang dilakukan sejak dua bulan sebelum hari raya penyembelihan. Hal ini bertujuan untuk memastikan seluruh hewan yang akan dikurbankan berada dalam kondisi sehat, cukup umur, dan memenuhi kriteria fisik yang dipersyaratkan.
Ibadah kurban juga dijalankan dengan tata cara penyembelihan yang sangat memperhatikan kaidah syariat agar aspek spiritualitas pekurban terjaga dengan sempurna. "Human Initiative memastikan qurban berjalan sesuai syariat dengan memilih hewan yang sehat dan sesuai kriteria," kata Romi.
Penyaluran daging difokuskan ke wilayah pelosok Indonesia dan daerah yang terdampak bencana alam guna memberikan kebahagiaan yang merata bagi warga. Tim lapangan menyisir langsung pemukiman di 145 wilayah yang mencakup 27 provinsi dari Sumatera hingga wilayah Papua yang sulit dijangkau transportasi umum.
Selain di dalam negeri, manfaat kurban ini juga direncanakan akan melintasi batas negara hingga menjangkau 11 negara yang sedang mengalami krisis pangan. Wilayah seperti Palestina, Somalia, hingga Myanmar menjadi target utama penyaluran karena kondisi darurat kemanusiaan yang masih terus berlangsung di sana.
Melalui kolaborasi massal dan penggunaan layanan digital, proses pendaftaran hingga laporan penyembelihan kini dapat dipantau dengan transparan oleh para pekurban. Langkah kebersamaan ini diharapkan mampu memperluas jangkauan manfaat kurban.
Editor : Aris