get app
inews
Aa Text
Read Next : Obesitas Jadi Ancaman Kesehatan Global, Indonesia Hadapi Kerugian Ekonomi Puluhan Triliun

Obesitas Indonesia Peringkat 3 Asia Tenggara, Dokter Soroti Food Noise

Jum'at, 08 Mei 2026 | 23:09 WIB
header img
Ilustrasi, Perhimpunan Dokter Spesialis Gizi Klinik Indonesia (PP PDGKI) menilai penanganan obesitas harus bergeser dari sekadar pendekatan gaya hidup menuju pendekatan medis berbasis sains. (Foto: Istimewa).

Seiring perkembangan ilmu medis, terapi GLP-1 receptor agonist (GLP-1 RA) muncul sebagai solusi baru. Terapi ini bekerja langsung pada pusat pengatur nafsu makan di otak untuk menekan rasa lapar, mengurangi keinginan makan, serta meningkatkan rasa kenyang.

Pendekatan ini dinilai efektif membantu menurunkan asupan kalori sekaligus meredakan food noise. Secara klinis, terapi GLP-1 RA juga dilaporkan mampu membantu sebagian pasien menurunkan lebih dari 20 persen berat badan, serta berpotensi menekan risiko penyakit kardiovaskular.

Associate Director Clinical, Medical, and Regulatory Novo Nordisk Indonesia, Riyanny Meisha Tarliman, menekankan pentingnya penanganan obesitas berbasis sains. “Obesitas adalah kondisi medis yang membutuhkan pendampingan profesional, bukan sekadar upaya mandiri,” ujarnya.

Ia juga mendorong masyarakat mengakses informasi valid melalui platform edukasi kesehatan untuk memahami perbedaan mitos dan fakta terkait obesitas.

Dengan meningkatnya pemahaman tentang food noise dan hadirnya inovasi terapi seperti GLP-1 RA, penanganan obesitas kini diarahkan tidak hanya pada penurunan berat badan, tetapi juga peningkatan kualitas hidup dan kesehatan jangka panjang.

Editor : Hasiholan Siahaan

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut