get app
inews
Aa Text
Read Next : Penerapan AI dalam Korporasi Pangkas Waktu Kerja Menjadi Efisien, Analisis Data Secepat Kilat

Tumor Otak Diam-Diam Mengintai, Ini Peringatan Serius dari RSPON

Selasa, 12 Mei 2026 | 19:46 WIB
header img
Diperkirakan sekitar 15–30 persen kasus tumor otak merupakan metastasis yang umumnya berasal dari kanker paru, payudara, dan ginjal. Foto iNews

Menurutnya, penguatan sistem rujukan nasional menjadi kunci agar pasien dapat memperoleh layanan yang terintegrasi dan efektif. “Melalui kolaborasi layanan, pasien dapat mengakses teknologi penanganan modern dengan alur yang lebih terkoordinasi, sehingga proses diagnosis hingga terapi dapat berjalan lebih optimal,” ujarnya, Selasa (12/5/2026).

Dikesempatan yang sama, Presiden Direktur Siloam, David Utama, menambahkan bahwa kerja sama ini juga menjadi bagian dari upaya menghadirkan layanan kesehatan berkualitas yang lebih mudah diakses masyarakat. “Kami ingin memastikan pasien mendapatkan penanganan terbaik di dalam negeri,” katanya.

Selain layanan klinis, kolaborasi ini juga mencakup program edukasi, seminar, dan pelatihan tenaga medis guna meningkatkan kapasitas penanganan penyakit saraf di Indonesia.

Senada, Direktur GKCI, Albern Kusuma, mengatakan kolaborasi ini menjadi langkah strategis untuk menjawab kebutuhan penanganan kasus neurologi yang semakin kompleks. “Dengan teknologi presisi tinggi, pasien kini memiliki alternatif pengobatan tanpa harus ke luar negeri,” ujarnya.

Dengan meningkatnya kasus tumor otak dan gangguan neurologi lainnya, kehadiran layanan radiosurgery yang minim invasif diharapkan mampu mempercepat akses pengobatan, sekaligus menekan kebutuhan pasien mencari layanan medis ke luar negeri.

Editor : Hasiholan Siahaan

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut