Lewat Video Viral di Polres Tangsel, Kepala SMK Letris 2 Pamulang Nyatakan Mundur dari Jabatan
PAMULANG, iNewsTangsel — Gelombang tekanan publik terhadap dugaan kasus child grooming yang menyeret nama Kepala SMK Letris Indonesia 2 Pamulang, AMA akhirnya berujung pada pengunduran diri.
Namun di tengah derasnya sorotan masyarakat, sikap Polres Tangerang Selatan yang hingga kini belum memberikan penjelasan rinci justru memantik tanda tanya besar, Minggu (17/5/2026).
Pengunduran diri Ahmad Maulana Alamsyah disampaikan melalui video yang beredar luas di media sosial. Dalam video tersebut, ia terlihat berada di lingkungan Polres Tangerang Selatan saat menyampaikan pernyataannya kepada publik.
“Di saat ini juga saya menegaskan, saya mengundurkan diri dari SMK Letris Indonesia 2. Kemudian selanjutnya, saya masih melakukan proses mediasi yang mungkin nanti akan dikawal oleh teman-teman dari Polres Tangsel,” ujar Ahmad dalam video yang viral di Instagram.
Langkah mundurnya kepala sekolah itu menjadi babak baru dalam polemik yang mengguncang dunia pendidikan di Kota Tangerang Selatan. Namun alih-alih meredam sorotan, pengunduran diri tersebut justru memunculkan desakan baru agar aparat penegak hukum membuka secara terang perkembangan penanganan kasus.
Publik kini menyoroti minimnya informasi resmi dari kepolisian terkait dugaan kasus yang menyangkut isu sensitif perlindungan anak di lingkungan sekolah tersebut. Hingga saat ini, belum ada penjelasan detail mengenai status penyelidikan, pemeriksaan pihak terkait, maupun langkah hukum lanjutan yang tengah dilakukan.
Kondisi itu memicu berbagai spekulasi liar di media sosial. Warganet ramai mempertanyakan keseriusan penanganan perkara dan meminta kepolisian bersikap transparan agar tidak menimbulkan kegaduhan berkepanjangan.
Salah satu warganet, akun Instagram @kang_, mengaku khawatir lantaran anaknya bersekolah di SMK Letris 2 Pamulang. Ia mempertanyakan narasi yang menyebut kasus tersebut sebagai hoaks di tengah adanya proses mediasi dan pengunduran diri kepala sekolah.
“Hoax tapi mediasi, hoax tapi ngundurin diri, hoax tapi minta pengawalan. Gentle aja jadi orang gimana sih. Saya jadi khawatir nih sebagai ortu yang putrinya bersekolah di situ,” tulisnya.
Kasus ini sebelumnya mencuat setelah dugaan tindakan tidak pantas terhadap seorang siswi menyeret nama kepala sekolah tersebut. Viralitas kasus di media sosial membuat perhatian publik terus membesar, dengan banyak pihak mendesak agar aparat bergerak cepat dan terbuka dalam memberikan informasi kepada masyarakat.
Sementara itu, Kasie Humas Polres Tangerang Selatan, Ipda Yudi Susanto, mengaku pihaknya belum menerima data maupun delegasi resmi terkait penanganan perkara tersebut.
“Penyidik nanti yang tangani, dan belum juga ada delegasi ke kami dan datanya juga,” ujar Ipda Yudi Susanto saat dikonfirmasi wartawan.
Pernyataan tersebut justru memicu kritik baru. Di tengah tekanan publik yang terus meningkat, masyarakat kini menanti langkah konkret kepolisian untuk memastikan dugaan kasus child grooming itu ditangani secara serius, profesional, dan transparan demi menjaga kepercayaan publik serta memberikan kepastian hukum bagi semua pihak.
Editor: Aris