get app
inews
Aa Text
Read Next : Terdesak Tuntutan Nikah, Pemuda Begal Driver Ojol di Tangerang Hingga Tewas

Dorong Kesejahteraan Pengemudi Ojol dengan Menyeimbangkan Tarif, Komisi dan Perlindungan

Rabu, 20 Mei 2026 | 09:48 WIB
header img
Kesejahteraan ojol di tengah himpitan ekonomi menjadi sorotan. Foto: ist

JAKARTA, iNewsTangsel.id - Dinamika industri transportasi daring atau online di kawasan Asia Pasifik kini semakin menyoroti pentingnya keadilan tarif serta perlindungan bagi para mitra pengemudi. Tekanan ekonomi global dan biaya operasional yang terus meningkat menuntut adanya ekosistem yang lebih transparan dan seimbang antara penyedia layanan dan pekerja.

Persoalan ini bukan lagi sekadar isu domestik, melainkan telah menjadi perhatian bersama di berbagai negara yang memiliki karakteristik pasar digital serupa. Upaya pembenahan struktural dinilai krusial agar daya beli konsumen tetap terjaga tanpa mengorbankan pendapatan para pengemudi di lapangan.

Pengamat industri mobilitas global dari Regional Director APAC inDrive, Mark Tolley
menjelaskan bahwa gerakan para pekerja transportasi daring saat ini mencerminkan tuntutan mendasar terhadap sistem kerja yang lebih terbuka. 

"Dari perspektif Asia Pasifik, aksi pengemudi yang terjadi di berbagai negara mencerminkan meningkatnya kebutuhan akan transparansi, keadilan, dan keseimbangan dalam ekosistem industri," ujar Mark, dalam keterangannya, Selasa (19/5/2026).

Setiap wilayah dinilai memiliki tantangan yang berbeda-beda, mulai dari regulasi pemerintah setempat hingga tingkat persaingan antar-platform yang sangat ketat. Oleh karena itu, penerapan standar operasional harus mampu mengombinasikan prinsip keadilan universal dengan penyesuaian kondisi riil di setiap daerah.

Salah satu solusi alternatif untuk mengatasi ketegangan masalah tarif adalah dengan menerapkan model penentuan harga yang lebih fleksibel dan adaptif. Melalui sistem kesepakatan langsung, pengemudi diberikan ruang yang lebih luas untuk menyesuaikan harga berdasarkan kondisi jalanan ataupun lonjakan biaya bahan bakar.

Mekanisme ini dinilai mampu meminimalisasi potensi konflik horizontal serta memberikan kepastian pendapatan yang lebih adil bagi para mitra. 

"Model penentuan harga berbasis negosiasi memberikan fleksibilitas bagi pengemudi untuk menyesuaikan tarif sesuai kondisi aktual, sekaligus menciptakan transparansi," tambah Mark Tolley.

Di sisi lain, kehadiran regulator atau pemerintah sangat dibutuhkan sebagai penengah dalam menyusun kebijakan batas atas dan batas bawah komisi yang ideal. Kolaborasi tripartit antara pemerintah, asosiasi pengemudi, dan korporasi penyedia aplikasi menjadi kunci utama dalam merumuskan aturan yang adaptif.

Langkah penguatan fitur keselamatan di dalam aplikasi juga harus terus ditingkatkan demi menjamin rasa aman seluruh pihak selama perjalanan berlangsung. Pada akhirnya, pendewasaan industri ini hanya dapat dicapai jika aspek transparansi pendapatan dan perlindungan hukum bagi pengemudi ditempatkan sebagai prioritas utama.

Editor : Aris

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut