get app
inews
Aa Text
Read Next : Isu Bahaya Migrasi BPA, Pakar Jelaskan Bukti Keamanan Galon PC

Pakar Ingatkan Risiko Paparan BPA dari Galon Guna Ulang terhadap Pubertas Dini

Selasa, 26 Mei 2026 | 17:27 WIB
header img
Bahaya paparan BPA dari galon guna ullang picu pubertas dini pada anak. (Foto: Istimewa)

JAKARTA, iNewsTangsel.id -Pencegahan pubertas dini pada anak perlu dimulai sejak tahap perencanaan kehamilan, termasuk mengurangi paparan zat kimia pengganggu hormon seperti Bisphenol A (BPA) yang berasal dari galon guna ulang maupun kemasan plastik makanan dan minuman.

‎"Pentingnya persiapan kehamilan yang matang demi menjaga kesehatan ibu dan anak sejak dini. Jadi, kehamilan itu harus direncanakan. Sudah takzamannya lagi hamil itu kebetulan," tegas pakar obstetri dan ginekologi, Prof. Budi Wiweko dalam Podcast bersama Raditya Dika, bertema “Akibat Puber Terlalu Cepat”, dikutip, Selasa (26/5/2026).

‎Ia menjelaskan, ibu hamil perlu menghindari paparan zat pengganggu hormon terutama pada trimester pertama kehamilan. Salah satu zat yang perlu diwaspadai adalah BPA.

‎“Ketika ibu hamil dalam tiga bulan pertama, itu tidak boleh dia terekspos dengan itu,” kata yang akrab disapa Prof. Iko.

‎Menurutnya, perhatian terhadap paparan BPA tidak hanya berkaitan dengan kebiasaan konsumsi anak, tetapi juga kesiapan keluarga sebelum anak lahir. Untuk itu, langkah pencegahan perlu dilakukan sejak sebelum kehamilan dimulai.

‎"BPOM telah menetapkan batas migrasi maksimal 0,6 bagian per juta atau mg/kg dalam kemasan pangan," imbuh Prof. Iko.

‎Prof Iko mengungkapkan, dalam program Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) bertema, “Selamatkan Perempuan Indonesia”, mendorong peningkatan kesehatan perempuan sejak tahap awal kehidupan reproduksi.

‎"Kesehatan perempuan harus dibangun dari hulu sampai hilir, mulai dari perencanaan kehamilan. Karena persiapan tidak cukup dimulai saat bayi lahir. Seribu hari pertama kehidupan saya kurang setuju, harusnya mulai seratus hari sebelum hamil itu sudah disiapkan, termasuk BPA, termasuk endocrine disrupting chemical (zat kimia pengganggu hormon) lainnya,” terangnya.

‎Dari sisi psikologi, Ratih Zulhaqqi mengatakan, pencegahan pubertas dini juga berkaitan dengan kesiapan orang tua dalam memenuhi kebutuhan dasar anak.

‎“Pubertas dini sebenarnya bukan permasalahan pada saat mereka pubertas. Justru dari sebelum-sebelumnya, ketika mereka mau jadi orang tua,” ujarnya.

‎Ratih menilai orang tua perlu memperhatikan pola hidup anak secara menyeluruh, termasuk pola tidur, pola makan, dan jenis konsumsi sehari-hari, termasuk menghindari zat seperti BPA. Karena itu, pencegahan pubertas dini perlu dilakukan secara berkelanjutan, mulai dari tahap perencanaan kehamilan, masa kehamilan, hingga pola pengasuhan anak.

‎"Salah satu langkah yang dapat dilakukan ialah mengurangi paparan bahan yang mengandung BPA dari kemasan makanan dan minuman serta memilih kemasan yang bebas BPA," pungkas Ratih.

Editor : Elva Setyaningrum

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut