get app
inews
Aa Text
Read Next : ‎BKPM: Penguatan Talenta Digital, Kunci Pengembangan Industri Data Center

‎AI Ubah Cara Wisatawan Memilih Destinasi, Kemenpar Hadirkan MaiA

Sabtu, 06 Juni 2026 | 21:34 WIB
header img
Staf Khusus Menteri Bidang Komunikasi Publik dan Media Kemenpar, Apni Jaya Putra menegaskan, di era digital saat ini mengubah cara wisatawan memilih destinasi. (Foto: Elva)

JAKARTA, iNewsTangsel.id -Kecerdasan buatan (AI) semakin memengaruhi cara wisatawan mencari dan memilih destinasi. Rekomendasi yang muncul di media sosial, mesin pencari, hingga platform digital kini banyak ditentukan oleh algoritma yang mengolah data perilaku pengguna. Merespons perubahan tersebut, Kementerian Pariwisata (Kemenpar) mengembangkan Meticulous Artificial Intelligence of Indonesia (MaiA), platform AI yang terintegrasi dengan portal Indonesia.travel. 

‎"Teknologi ini dirancang untuk mendampingi wisatawan mulai dari mencari inspirasi perjalanan, merencanakan kunjungan, hingga membagikan pengalaman wisata," kata Deputi Pemasaran Kemenpar, Ni Made Ayu Marthini, Sabtu (6/6/2026). 

‎Dia menjelaskan, pemanfaatan AI menjadi bagian penting dari strategi Tourism 5.0 untuk menghadirkan layanan pariwisata yang lebih personal dan berbasis data.

‎"Ini bukan sekadar mengikuti tren teknologi. AI menjadi fondasi untuk menghadirkan pengalaman wisata yang lebih personal, efisien, dan berbasis data,” ujarnya. 

‎Menurutnya, dalam tujuh bulan sejak diluncurkan pada November 2025, platform ini mencatat sekitar 60 persen pengguna berasal dari pasar domestik dan 40 persen dari mancanegara, terutama dari Tiongkok, Singapura, dan Jerman. 

‎"Data tersebut membantu kami memahami preferensi wisatawan secara lebih cepat dan rinci dibandingkan survei konvensional," paparnya. 

‎Sementara itu, Staf Khusus Menteri Bidang Komunikasi Publik dan Media Kemenpar, Apni Jaya Putra menambahkan, di era ‎digital proses pengambilan keputusan wisatawan tidak lagi sepenuhnya dilakukan secara mandiri, hampir seluruh aktivitas digital pengguna saat ini dipengaruhi oleh sistem berbasis data dan algoritma.

‎"Kini algoritma kini berperan besar dalam menentukan informasi dan destinasi yang dilihat wisatawan. Karena itu, tantangan industri pariwisata tidak hanya menciptakan konten menarik, tapi juga membangun kepercayaan di tengah banjir informasi digital," imbuhnya. 

‎Apni menegaskan, tantangan terbesar saat ini bukan sekadar menghasilkan konten yang menarik, melainkan membangun kepercayaan publik di tengah melimpahnya informasi yang tersedia secara daring.

‎“Teknologi mampu mengolah data dan menghasilkan rekomendasi dengan cepat, tetapi kepercayaan tetap menjadi faktor yang ditentukan manusia,” ucapnya. 

‎Pada kesempatan yang sama, Brand Strategist dan Founder Konner Advisory, Silih Agung Wasesa menilai, keberhasilan promosi destinasi tetap ditentukan oleh kekuatan narasi. Teknologi dan algoritma hanya menjadi sarana distribusi informasi. Sedangkan, cerita yang autentik dan relevan tetap menjadi faktor utama dalam membangun kepercayaan wisatawan.

‎"Transformasi digital menunjukkan, masa depan pariwisata tidak hanya bergantung pada kecanggihan AI, tapi juga pada kemampuan pelaku industri memadukan teknologi, data, dan sentuhan manusia untuk menciptakan pengalaman wisata yang berkesan," tutupnya.  

Editor : Elva Setyaningrum

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut