Teater Musikal Senja Teduh Pelita Tampilkan Kisah Harapan Generasi Muda
JAKARTA, iNewsTangsel.id - Upaya memperluas makna musik ke medium yang lebih imersif kini ditempuh Jakarta Movin bersama Indonesia Kaya. Keduanya menghadirkan pendekatan baru dalam menikmati karya lagu lewat teater musikal bertajuk “Senja Teduh Pelita” yang dipentaskan di Graha Bhakti Budaya pada 3–12 Juli 2026.
Alih wahana ini tidak sekadar memindahkan lagu ke panggung, tetapi mengubahnya menjadi narasi utuh yang menyentuh isu masa depan. Program Manager Indonesia Kaya, Billy Gamaliel, menyebut pertunjukan ini sebagai refleksi atas tantangan global yang dikemas secara kreatif. “Cerita yang diangkat tidak hanya menghibur, tetapi juga mengajak penonton merenungkan masa depan,” ujarnya, Senin (8/6/2026).
Sebanyak 20 lagu milik MALIQ & D’Essentials diolah menjadi alur cerita futuristik. Lagu-lagu seperti Senja Teduh Pelita, Himalaya, hingga Jalan Pulang bertransformasi menjadi elemen dramatik yang membangun konflik dan emosi di atas panggung.
Bagi band tersebut, proyek ini menjadi langkah strategis memperluas jangkauan karya. Vokalis Angga Puradiredja menilai musikal ini memberi ruang baru bagi musik mereka untuk “hidup” dalam bentuk visual dan cerita. “Ini bukan sekadar adaptasi, tapi cara baru melihat musik kami berkembang,” katanya.
Sutradara sekaligus produser, Nuya Susantono, menghadirkan kisah fiksi ilmiah tentang dunia yang kehilangan generasi dewasa, menyisakan anak-anak yang berjuang mencari harapan. Karakter utama “Arah” menjadi simbol optimisme di tengah krisis lingkungan dan sosial.
Editor : Hasiholan Siahaan