DMC Dompet Dhuafa Dirikan Layanan Dapur Umum bagi Ratusan Penyintas Gempa Bumi di Sigi
SULAWESI TENGGARA, iNewsTangsel.id - Tim Disaster Management Center (DMC) Dompet Dhuafa terus memperkuat respons kemanusiaan bagi masyarakat terdampak gempa bumi yang mengguncang Sulawesi Tengah. Hingga Jumat (19/6/2026), layanan dapur umum yang didirikan di Desa Kamarora B, Kecamatan Nokilalaki, Kabupaten Sigi, masih beroperasi untuk memenuhi kebutuhan pangan warga terdampak.
Gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,7 yang terjadi pada Selasa (16/6/2026) pukul 10.27 WIB menyebabkan kepanikan di sejumlah wilayah dan berdampak pada ribuan warga. Berdasarkan data PUSDALOPS-PB Kabupaten Sigi per 19 Juni 2026 pukul 10.00 WIB, tercatat 3 orang meninggal dunia, 115 orang mengalami luka-luka (98 luka ringan dan 17 luka berat), serta 7.821 jiwa terdampak.
Selain itu, sebanyak 2.137 rumah mengalami kerusakan, terdiri dari 1.917 rumah rusak ringan, 147 rumah rusak sedang, dan 73 rumah rusak berat.
Sebagai bagian dari respons cepat kemanusiaan, DMC Dompet Dhuafa mendirikan dapur umum untuk memenuhi kebutuhan konsumsi warga selama masa tanggap darurat. Melalui layanan ini, tim menyediakan makanan siap saji bagi sekitar 80 penerima manfaat yang terdampak di Desa Kamarora B.
Sebelum operasional dapur umum dimulai, tim DMC Dompet Dhuafa melakukan asesmen kebutuhan di lokasi terdampak. Hasil asesmen menunjukkan bahwa kebutuhan pangan dan air bersih menjadi kebutuhan mendesak bagi masyarakat, khususnya warga di Desa Kamarora B yang hingga saat ini masih membutuhkan dukungan pemenuhan kebutuhan dasar.
Untuk mendukung operasional dapur umum, tim melakukan pengadaan bahan kebutuhan pokok dan perlengkapan memasak yang kemudian diolah menjadi makanan siap saji dan didistribusikan kepada masyarakat terdampak.
Menariknya, proses memasak dan penyajian makanan dilakukan bersama warga setempat. Keterlibatan masyarakat dalam kegiatan dapur umum menjadi bagian dari upaya membangun semangat gotong royong dan memperkuat solidaritas sosial di tengah situasi darurat. Warga turut berpartisipasi dalam menyiapkan bahan makanan, memasak, hingga mendistribusikan makanan kepada sesama penyintas.
Editor : Rizqa Leony PutriMPI Marketing