Riset Doktoral Universitas Trisakti: Kematangan Digital Ekonomi Kreatif Masih Sebatas Operasional
JAKARTA, iNewsTangsel.id – Di era gempuran teknologi, ratusan ribu pelaku ekonomi kreatif di Indonesia—mulai dari kreator konten, studio game indie, hingga rumah produksi—berlomba-lomba mengadopsi perangkat digital terbaru. Namun, sebuah riset doktoral terbaru justru mengungkap fakta yang mencengangkan: banyak dari mereka yang belum benar-benar siap secara strategis.
Temuan penting ini tertuang dalam disertasi Eryc, S.M., M.M yang dipertahankan dalam Sidang Terbuka Program Doktor Ilmu Ekonomi, Konsentrasi Manajemen Stratejik, Universitas Trisakti. Riset ini melibatkan 320 responden di lima kota besar (Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, dan Denpasar) serta diperdalam lewat Focus Group Discussion (FGD) lintas subsektor.
Teknologi Cuma Tools, Model Bisnis yang Utama: Suksesnya inovasi bukan karena kecanggihan aplikasinya, melainkan bagaimana teknologi tersebut mampu mengubah cara bisnis menciptakan nilai, menawarkan produk, dan menghasilkan cuan baru.
Digitalisasi Masih Sebatas Kulit (Operasional): Ini temuan paling krusial. Banyak pelaku kreatif baru menggunakan teknologi untuk kebutuhan harian seperti media sosial dan e-commerce, tapi belum menjadikannya sebagai inti dari strategi jangka panjang.
Editor : Vitrianda Hilba Siregar