Aksi Sosial Yatim Piatu di Tangsel Perkuat Kepedulian dan Solidaritas Masyarakat
JAKARTA, iNewsTangsel.id - Aksi sosial berupa santunan bagi anak yatim piatu dan dhuafa kembali digelar di wilayah Tangerang Selatan sebagai wujud nyata kepedulian terhadap sesama. Kegiatan yang melibatkan unsur komunitas dan relawan ini menjadi salah satu upaya menjaga semangat berbagi di tengah masyarakat perkotaan yang dinamis.
Dalam kegiatan tersebut, puluhan anak yatim dan keluarga dhuafa menerima bantuan berupa paket sembako serta santunan dana tunai. Bantuan yang disalurkan difokuskan untuk memenuhi kebutuhan dasar sekaligus memberikan dukungan moral bagi para penerima manfaat agar tetap optimistis menjalani kehidupan sehari-hari.
Aksi sosial ini lahir dari kepedulian bersama untuk membantu masyarakat yang membutuhkan. Menurutnya, keterlibatan berbagai pihak menjadi kunci keberhasilan program tersebut.
“Kami berupaya menghadirkan kegiatan yang tidak hanya memberi bantuan, tetapi juga memperkuat rasa kebersamaan dan empati di lingkungan sekitar,” ujar Cepi, pemimpin cabang Pegadaian COS Pondok Aren, Kamis (25/6/2026).
Ia menambahkan, pendekatan berbasis komunitas dinilai lebih efektif karena mampu menjangkau penerima manfaat secara langsung dan tepat sasaran. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi ruang kolaborasi antarwarga untuk saling mendukung dalam menghadapi tantangan ekonomi.
Kegiatan sosial ini diarahkan untuk mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya poin tanpa kemiskinan dan pengurangan kesenjangan. Pendekatan berbasis komunitas dinilai menjadi salah satu cara efektif untuk memastikan bantuan tepat sasaran dan memberikan dampak langsung bagi kelompok rentan.
Sebagai informasi, PT Pegadaian (Persero) Cabang Pelayanan Syariah (CPS) Pondok Aren berkolaborasi dengan komunitas Sahabat Berbagi Tangsel. Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari implementasi pilar sosial dalam kerangka Environmental, Social, and Governance (ESG), yang kini semakin diadopsi oleh berbagai institusi dalam menjalankan aktivitasnya.
Pemimpin Cabang Pegadaian CPS Pondok Aren, Cepi Kurnia Nugraha, menyampaikan bahwa keterlibatan perusahaan dalam kegiatan sosial merupakan bentuk tanggung jawab terhadap lingkungan sekitar. Ia menekankan bahwa program seperti ini tidak hanya berfokus pada bantuan sesaat, tetapi juga memperkuat hubungan sosial di masyarakat. “Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat nyata sekaligus mempererat kebersamaan di lingkungan sekitar,” ujarnya.
Sementara itu, Pemimpin Wilayah Pegadaian Kantor Wilayah IX Jakarta 2, Maryono, menilai bahwa integrasi nilai ESG perlu diwujudkan dalam aksi konkret yang berdampak langsung.
Menurutnya, kegiatan sosial berbasis kolaborasi menjadi salah satu langkah untuk menciptakan nilai tambah sekaligus mendorong kemandirian masyarakat. “Implementasi ESG harus mampu menjawab kebutuhan sosial dan memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan yang berkelanjutan,” katanya.
Melalui kegiatan ini, terlihat bahwa sinergi antara perusahaan dan komunitas lokal menjadi faktor penting dalam memperkuat dampak sosial. Pendekatan tersebut tidak hanya membantu mengatasi persoalan jangka pendek, tetapi juga berpotensi mendukung pembangunan yang lebih inklusif di masa depan.
Editor : Hasiholan Siahaan