Michael Learns to Rock Tampil di Prambanan Jazz 2026, Ini Jadwal dan Kejutannya
JAKARTA, iNewsTangsel.id - Memasuki tahun ke-12, Prambanan Jazz Festival 2026 tak sekadar menghadirkan deretan musisi ternama, tetapi juga melakukan reposisi identitas. Melalui konsep “Playing Jazz”, festival yang digelar 3–5 Juli di Kompleks Candi Prambanan ini mencoba menggeser persepsi publik: dari sekadar festival musik populer menjadi ruang eksplorasi jazz lintas genre.
Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, penyelenggara kini mendorong musisi non-jazz untuk membongkar ulang karya mereka ke dalam balutan jazz. Langkah ini menjadi respons atas kritik publik yang menilai unsur jazz kian memudar di panggung Prambanan Jazz.
Founder Prambanan Jazz Festival, Anas Alimi, menegaskan bahwa sekitar 60 persen line-up tahun ini telah beraroma jazz. Sementara sisanya tetap mempertahankan daya tarik komersial melalui musisi populer, namun dengan pendekatan aransemen yang diubah.
“Musisi yang biasanya tidak bermain jazz kami dorong untuk menginterpretasikan karya mereka dalam format jazz. Ini cara kami menjaga keseimbangan antara kualitas musik dan keberlanjutan festival,” ujarnya, Jumat (3/7/2026).
Eksperimen ini terlihat dari keterlibatan musisi lintas genre seperti The Panturas, Perunggu, hingga Jogja Hip Hop Foundation yang akan tampil dengan set khusus Playing Jazz. Bahkan, penyanyi pop seperti NIKI juga disebut akan membawakan lagu-lagunya dalam nuansa berbeda.
Kurator festival, Shadu Rasjidi, menyebut pendekatan ini bukan sekadar strategi artistik, melainkan upaya membangun jembatan antara jazz dan pendengar baru. Menurutnya, festival harus menjadi ruang pertemuan berbagai genre tanpa kehilangan akar.
“Ini bukan hanya soal siapa yang tampil, tetapi bagaimana musik jazz bisa lebih dekat dan dipahami oleh publik luas,” kata Shadu.
Di sisi lain, langkah ini juga menunjukkan strategi adaptif penyelenggara dalam menjaga ekosistem festival. Dengan tetap menghadirkan nama besar seperti Michael Learns to Rock, The Rose, hingga Joey Alexander, Prambanan Jazz berupaya menjaga daya tarik pasar sekaligus memperkuat identitas musikalnya.
Lebih dari sekadar konser, festival ini juga menggerakkan ekosistem ekonomi kreatif, melibatkan ratusan pelaku UMKM, kru produksi, hingga sponsor yang menopang keberlangsungan acara tahunan tersebut.
Editor : Hasiholan Siahaan