get app
inews
Aa Text
Read Next : Modus Eks Tahanan KPK Kuras Harta Lansia di Tangsel, Rp300 Juta Raib

Hadapi Populasi Menua,  Kemendukbangga Dorong Lansia Tetap Produktif

Senin, 17 Agustus 2026 | 19:36 WIB
header img
Kemendukbangga perkuat kesejahteraan dan pemberdayaan lansia di tengah perubahan struktur kependudukan Indonesia. Foto iNewsTangsel.id/Elva

JAKARTA, iNewsTangsel.id -Peringatan HUT Kemerdekaan ke-81 Republik Indonesia menjadi momentum untuk memperkuat perhatian terhadap kesejahteraan dan pemberdayaan lanjut usia (lansia) di tengah perubahan struktur kependudukan Indonesia yang mulai memasuki fase aging population. Untuk itu, lansia diharapkan tidak hanya mendapatkan perlindungan, tapi juga tetap sehat, produktif, dan memiliki ruang untuk berkontribusi dalam kehidupan sosial.

‎Sekretaris Kementerian/Sekretaris Utama Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga / Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (Kemendukbangga/BKKBN) Prof. Budi Setiyono mengatakan, perayaan kemerdekaan dapat menjadi ruang untuk mempertemukan generasi lanjut usia dengan generasi muda, sekaligus mendorong transfer pengalaman antargenerasi.

‎"Para lansia yang mengalami masa-masa awal kemerdekaan memiliki pengalaman dan cerita yang penting untuk disampaikan kepada generasi muda, termasuk Gen Z dan generasi setelahnya," ujar Prof. Budi, usai Upacara HUT Kemerdekaan RI ke-81 di kantornya, Senin (17/8/2026).

‎Menurutnya, interaksi tersebut tidak hanya penting untuk menjaga ingatan sejarah, tapi juga membangun hubungan yang lebih kuat antara generasi tua dan generasi muda. Apalagi, perhatian terhadap lansia semakin penting karena Indonesia sedang menuju kondisi kependudukan dengan proporsi penduduk lanjut usia yang terus meningkat.

‎“Jumlah penduduk lansia akan semakin besar dan itu mau tidak mau harus kita antisipasi. Jangan sampai terlambat sehingga kita mengalami dampak negatif seperti yang terjadi di negara-negara yang lebih dahulu menghadapi aging population,” ungkapnya.

‎Ia menjelaskan, pembangunan kependudukan perlu diarahkan agar masyarakat dapat memasuki usia lanjut dalam kondisi sehat, produktif, dan sejahtera. Prinsip tersebut, sejalan dengan konsep “kaya sebelum tua”, yakni memastikan pembangunan dilakukan secara terencana dan terintegrasi sehingga masyarakat memiliki kesiapan menghadapi masa tua.

‎“Semua pihak, baik institusi negara maupun individu, harus sehat dan produktif. Minimal, lansia harus tetap sehat dan produktif. Ini bagian dari implementasi program prioritas kami, yaitu Lansia Berdaya (Sidaya)," tegas Prof.  Budi.

‎Ia menerangkan, untuk itu perlu membangun sistem dan ekosistem kesejahteraan yang mampu memberikan perlindungan kepada lansia. Hal itu mencakup dukungan kebijakan serta berbagai bentuk pemberdayaan agar tidak ada lansia yang menjalani masa tua dalam kondisi rentan dan tidak sejahtera.

‎"Karena itu, kami harus bisa mendorong terciptanya ekosistem kebijakan dan dukungan bagi lansia di berbagai tingkatan. Upaya tersebut diharapkan dapat memastikan meningkatnya jumlah penduduk lansia di Indonesia diikuti dengan peningkatan kualitas hidup, kesehatan, produktivitas, dan kesejahteraan mereka," terangnya. 

Editor : Elva Setyaningrum

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut