Liburan Sekolah di Jakarta: Anak Belajar Alam Lewat Kupu-Kupu dan Serangga di Dalam Mal
JAKARTA, iNewsTangsel.id - Keterbatasan hutan kota dan ruang terbuka hijau di Jakarta mendorong munculnya alternatif ruang edukasi bagi anak-anak selama liburan sekolah. Salah satunya terlihat di Mal Ciputra Jakarta yang menghadirkan simulasi hutan tropis di dalam ruangan, lengkap dengan kupu-kupu, serangga, hingga air terjun indoor.
Kehadiran konsep ini menjadi gambaran bagaimana kebutuhan interaksi anak dengan alam semakin sulit terpenuhi di wilayah perkotaan. Di tengah padatnya bangunan dan minimnya ruang hijau, anak-anak kini lebih sering mengenal alam melalui media buatan dibandingkan lingkungan asli.
Di area yang disiapkan, pengunjung dapat melihat langsung siklus hidup kupu-kupu dalam taman khusus, mengenal berbagai jenis serangga melalui ruang edukasi, serta memahami peran air dalam ekosistem lewat instalasi air terjun indoor. Seluruh elemen dirancang menyerupai suasana hutan untuk memberikan pengalaman visual sekaligus pembelajaran dasar tentang lingkungan.
General Manager Mal Ciputra Jakarta, Ferry Irianto, mengatakan kegiatan ini memanfaatkan momentum liburan sekolah untuk menghadirkan ruang belajar alternatif yang lebih interaktif bagi anak. Menurutnya, pendekatan berbasis pengalaman dinilai lebih efektif dalam memperkenalkan konsep lingkungan dibandingkan metode konvensional.

“Anak-anak perlu ruang untuk melihat dan merasakan langsung bagaimana alam bekerja, termasuk mengenal serangga dan ekosistemnya. Ini menjadi cara sederhana untuk menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan sejak dini,” ujarnya, Sabtu (4/7/2026).
Selain instalasi, kegiatan ini juga diisi dengan aktivitas interaktif seperti sesi edukasi serangga bersama komunitas pecinta serangga serta diskusi ringan yang membahas peran penting hewan kecil dalam keseimbangan alam.
Fenomena ini menunjukkan perubahan pola liburan sekolah di kota besar. Jika sebelumnya identik dengan wisata alam terbuka, kini sebagian aktivitas beralih ke ruang dalam yang mencoba mereplikasi pengalaman tersebut.

Editor : Hasiholan Siahaan