get app
inews
Aa Text
Read Next : TPA Jatiwaringin Kebakar Seminggu Belum Padam, Pemkab Tangerang Tetapkan Status Tanggap Darurat!

Mulai Selasa Malam Ini Satgas Darat TPA Jatiwaringin Padamkan Api Pakai Sistem Injeksi

Selasa, 07 Juli 2026 | 11:16 WIB
header img
Strategi penanganan kebakaran di Tempat Pemprosesan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kecamatan Sepatan, Kabupaten Tangerang, kini resmi diubah demi mempercepat pemadaman. Foto: Ist

TANGERANG, iNewsTangsel.id — Strategi penanganan kebakaran di Tempat Pemprosesan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kecamatan Sepatan, Kabupaten Tangerang, kini resmi diubah demi mempercepat pemadaman. Mulai hari ini, operasi pemadaman di lapangan akan dioptimalkan secara besar-besaran hingga pukul 22.00 WIB khusus untuk satgas darat.

Tidak hanya memperpanjang durasi kerja, Tim Damkar bersama Manggala Agni juga langsung menerapkan sistem injeksi menggunakan mesin mekanis untuk memasukkan pasokan air dalam volume besar langsung ke dalam tumpukan sampah. Metode pembasahan mendalam ini sengaja dipilih untuk menembus dan mematikan bara api tersembunyi yang mengendap di bawah permukaan.

Langkah taktis dan perpanjangan waktu operasi ini diambil tepat saat penanganan darurat kebakaran lahan TPA Jatiwaringin memasuki hari ketujuh. Hingga kini, progres pemadaman di lapangan telah menunjukkan kemajuan yang cukup signifikan, yakni berhasil menjinakkan sekitar 45 persen dari total 14 hektare lahan yang hangus terbakar.

Percepatan ini merupakan hasil sinergi kuat antara Pemerintah Daerah dan Pemerintah Pusat lintas Kementerian/Lembaga yang bahu-membahu memaksimalkan pergerakan, baik melalui jalur darat maupun operasi udara.

Untuk menggempur titik-titik api tersebut, sebanyak 300 personel gabungan dari berbagai unsur seperti BPBD Kabupaten/Kota Tangerang, BNPB, TNI, POLRI, relawan, hingga tim Manggala Agni dari Kementerian Kehutanan serta Kementerian Lingkungan Hidup dikerahkan ke lokasi.

Kekuatan ratusan personel ini didukung penuh oleh armada peralatan berat, mulai dari 19 unit mobil damkar, 4 unit mobil tangki air, 8 unit ekskavator, 8 unit bulldozer, hingga 2 unit drone untuk monitoring area. Tak kalah krusial, 3 unit helikopter water bombing juga dikerahkan untuk terus bolak-balik mengguyur lokasi dari udara.

Di area kebakaran yang kini dibagi menjadi tiga sektor penanganan—utara, tengah, dan selatan—situasi visual masih memperlihatkan kepulan asap putih dengan sisa titik api kecil di antara tumpukan sampah yang menghitam. Guna mengatasinya, ekskavator terus bekerja mengurai gunungan sampah agar selang panjang petugas damkar bisa menyemprotkan air secara merata.

Direktur Koordinasi Pengendalian Operasi Darurat BNPB, Brigjen TNI Djohan Darmawan, menjelaskan bahwa karakteristik kebakaran sampah ini mirip dengan lahan gambut, di mana api tidak hanya berkobar di permukaan melainkan membara di bagian dalam. Untungnya, pasokan air di lapangan cukup melimpah berkat adanya danau atau embung yang lokasinya berdekatan dengan TPA, sehingga memudahkan pengisian air untuk helikopter maupun unit damkar darat.

Melalui perpanjangan waktu operasi hingga malam hari dan penerapan sistem injeksi ini, diharapkan sisa kebakaran TPA Jatiwaringin dapat segera padam total. Peristiwa besar ini sekaligus menjadi alarm dan pembelajaran penting bagi jajaran Pemerintah Daerah lainnya di Indonesia untuk segera meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi puncak musim kemarau.

Sebagai langkah mitigasi risiko, BNPB juga mengingatkan pentingnya pembasahan lahan TPA secara berkala serta mengimbau keras masyarakat luas agar tidak melakukan pembakaran sampah rumah tangga secara sembarangan di sekitar permukiman.

Editor : Vitrianda Hilba Siregar

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut