Antisipasi Kejahatan Jalanan, Polres Metro Tangerang Kota Gelar Patroli Jaga Jakarta+
KOTA TANGERANG, iNewsTangsel - Aparat kepolisian dari Polres Metro Tangerang Kota kembali memperketat pengamanan wilayah melalui Operasi Cipta Kondisi pada Selasa dini hari. Langkah preventif ini diintegrasikan ke dalam Program Jaga Jakarta+ guna menekan potensi kejahatan jalanan dan menjaga ketertiban masyarakat.
Sebanyak puluhan personel gabungan dikerahkan secara khusus untuk menyisir berbagai titik rawan kriminalitas di kota satelit tersebut. Sebelum bergerak membelah keheningan malam, seluruh petugas terlebih dahulu mengikuti apel kesiapan di halaman markas komando setempat.
Rute patroli malam ini dirancang secara sistematis dengan menyusuri jalan-jalan protokol serta kawasan yang dinilai rawan gesekan sosial. Petugas menyisir area mulai dari Jalan Perintis Kemerdekaan, Jalan Jenderal Sudirman, hingga kawasan strategis di sekitar Tol Buaran.
Otoritas kepolisian menegaskan bahwa kehadiran fisik personel berseragam di lapangan menjadi kunci utama dalam meredam niat para pelaku kriminal. Kegiatan ini menyasar berbagai potensi pelanggaran hukum mulai dari aksi balap liar, potensi tawuran antarpemuda, hingga kepemilikan senjata tajam.
“Patroli Jaga Jakarta+ kami laksanakan secara rutin pada jam-jam rawan untuk mengantisipasi aksi kriminalitas, balap liar, tawuran, maupun gangguan keamanan lainnya,” jelas Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Pol. Dr. Raden Muhammad Jauhari, dalam keterangannya, dikutip Selasa (14/7/2026).
Kapolres menambahkan bahwa upaya preventif ini sangat krusial demi memberikan jaminan rasa aman bagi warga yang masih beraktivitas hingga larut malam. Selama menyisir rute yang ditentukan, petugas juga aktif memantau titik-titik kumpul masyarakat guna mengantisipasi kerumunan yang mencurigakan.
Hingga fajar menyingsing, operasi kepolisian terpadu ini melaporkan situasi keamanan di wilayah Tangerang secara umum berada dalam kondisi sangat kondusif. Petugas tidak menemukan adanya indikasi tindak pidana menonjol maupun benda berbahaya yang dapat mengancam keselamatan publik selama operasi berlangsung.
Editor: Aris