Belum Sepekan Dilantik, Kepala BGN Sudaryono Ancam SPPG Tak Penuhi Standar!
JAKARTA, iNewsTangsel - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono menegaskan akan mengambil tindakan tegas terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tidak memenuhi standar operasional dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ultimatum tersebut disampaikan hanya beberapa hari setelah dirinya resmi dilantik sebagai Kepala BGN.
Sudaryono mengatakan seluruh SPPG wajib memenuhi standar keamanan pangan, mutu gizi, kebersihan, dan tata kelola yang telah ditetapkan pemerintah. Menurutnya, setiap pelanggaran akan ditindak secara bertahap melalui pembinaan, evaluasi, hingga penghentian operasional apabila tidak ada perbaikan.
"Kita akan perbaiki, akan kita tegur, kalau memang tidak bisa perbaiki kita tutup. Kalau memang tidak bisa memenuhi standar keamanan, standar gizi, standar mutu dan juga operasional yang baik. Jangan sampai nila setitik, kemudian rusak susu sebelanga," kata Sudaryono dalam keterangan resminya, Jumat (24/7/2026).
Ia menegaskan Badan Gizi Nasional akan menerapkan sistem pengawasan yang mengedepankan keseimbangan antara pembinaan dan penegakan disiplin. SPPG yang menunjukkan kinerja baik akan memperoleh apresiasi, sedangkan pengelola yang mengabaikan ketentuan akan dikenai sanksi sesuai tingkat pelanggaran.
"Mungkin kalau SPPG-nya bandel, SPPG-nya nggak disiplin, SPPG-nya atau petugasnya nggak disiplin, petugasnya nggak bagus ya kita mesti hentikan. Kita harus berani. Yang bagus kita reward, yang jelek kita mesti kasih punishment juga," tegas Sudaryono.
Untuk memastikan pelaksanaan standar berjalan optimal, BGN melakukan inspeksi mendadak secara acak di sejumlah lokasi tanpa pemberitahuan sebelumnya. Langkah tersebut bertujuan memperoleh gambaran objektif mengenai kondisi operasional di lapangan sekaligus memberikan motivasi kepada petugas yang telah menjalankan tugas sesuai petunjuk teknis.
Berdasarkan hasil inspeksi di SPPG Pasir Kuda 03, SPPG Cipaku 02, dan SPPG Tegal Bundil 5, sebagian besar unit telah menjalankan operasional sesuai standar yang ditetapkan. Meski demikian, Sudaryono menilai tantangan berikutnya adalah menjaga kualitas pelayanan dan menghadirkan variasi menu agar penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis tidak merasa bosan.
Sudaryono juga mengajak masyarakat serta media untuk ikut mengawasi pelaksanaan Program MBG dengan memberikan laporan apabila menemukan pelayanan yang tidak sesuai standar. Menurutnya, keterlibatan publik menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas layanan sekaligus memastikan program prioritas pemerintah tersebut berjalan secara aman, berkualitas, dan berkelanjutan.
Editor : Aris