Survei Nasional Ungkap Faktor Penentu Loyalitas Konsumen di Indonesia
JAKARTA, iNewsTangsel.id - Di tengah perubahan perilaku konsumen yang kian cepat, kepercayaan menjadi faktor krusial dalam menentukan daya tahan sebuah merek. Pelaku industri menilai, kekuatan merek saat ini tidak lagi cukup diukur dari tingkat popularitas atau dominasi pasar semata. Lebih dari itu, kedekatan emosional dengan konsumen serta konsistensi dalam menghadirkan kualitas menjadi kunci utama membangun loyalitas jangka panjang.
CEO Frontier, Handi Irawan D., menjelaskan bahwa “The Purple Box” lahir dari perpaduan dua konsep besar dalam dunia bisnis, yakni kompetisi ketat dan inovasi. Warna ungu dipilih untuk menggambarkan titik temu antara strategi bertahan di pasar yang penuh tekanan dan kemampuan menciptakan nilai baru.
Menurutnya, simbol ini tidak hanya menjadi penanda pencapaian, tetapi juga refleksi dari proses panjang yang dilalui sebuah merek untuk meraih kepercayaan konsumen. “Simbol ini menggambarkan bahwa keberhasilan merek tidak datang secara instan. Ada konsistensi, kualitas, dan adaptasi yang terus dijaga dalam jangka panjang,” ujarnya, Kamis (30/7/2026).
Dalam konteks persaingan yang semakin dinamis, keberadaan simbol seperti “The Purple Box” dinilai relevan untuk menegaskan bahwa kekuatan merek terletak pada fondasi yang tidak kasatmata, seperti reputasi, pengalaman pelanggan, dan loyalitas.
Hal ini sejalan dengan hasil survei nasional independen yang dilakukan di 15 kota besar di Indonesia. Survei tersebut mengukur kekuatan merek melalui tiga indikator utama, yakni tingkat kesadaran, penggunaan, dan niat penggunaan di masa depan.
Pada 2026, survei mencakup lebih dari 350 kategori produk dan layanan dari berbagai sektor, menunjukkan luasnya lanskap persaingan yang dihadapi pelaku usaha.
Selain itu, nilai merek juga semakin dipandang sebagai bagian penting dari aset tidak berwujud perusahaan. Kekuatan tersebut berperan dalam meningkatkan kepercayaan pasar dan menjadi dasar dalam berbagai keputusan strategis, seperti ekspansi bisnis hingga kerja sama.
Pengenalan “The Purple Box” diharapkan dapat menjadi pengingat bagi pelaku industri bahwa membangun merek bukan hanya soal mencapai posisi teratas, tetapi juga menjaga kepercayaan dan relevansi di tengah perubahan perilaku konsumen.
Dengan demikian, simbol ini tidak hanya merepresentasikan pencapaian, tetapi juga komitmen jangka panjang untuk terus beradaptasi dan menciptakan nilai bagi konsumen.
Editor : Hasiholan Siahaan