Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Rano Karno Dorong Pelaku Usaha Lokal Tembus Pasar Global
Advertisement . Scroll to see content

‎Potensi Bisnis di JITEX 2026 Capai Rp15,1 Triliun dari 11 Negara

Minggu, 20 September 2026 | 15:21 WIB
  • author Elva
‎Potensi Bisnis di JITEX 2026 Capai Rp15,1 Triliun dari 11 Negara
Kepala Dinas PPKUKM DKI Jakarta Elisabeth Ratu Rante Allo saat penutupan JITEX 2026. (Foto: Istimewa)

JAKARTA, iNewsTangsel.id - ‎Potensi transaksi dan investasi yang terhimpun dari Jakarta International Investment, Trade, Tourism & SMEs Expo (JITEX) 2026 mencapai Rp15,1 triliun. Potensi tersebut melibatkan buyer dan investor dari 11 negara serta pelaku usaha dari berbagai sektor. Nilai tersebut tercatat selama empat hari ajang tersebut digelar di JIExpo Kemayoran, Jakarta.

Selain potensi transaksi dan investasi melalui skema business-to-business (B2B), kegiatan tersebut juga mencatat transaksi langsung kepada konsumen atau business-to-consumer (B2C) sebesar Rp2,4 miliar.

‎Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (PPKUKM) DKI Jakarta Elisabeth Ratu Rante Allo mengatakan, capaian potensi tersebut perlu diikuti dengan tindak lanjut konkret dari para pelaku usaha. Karena pertemuan dengan buyer, investor, dan mitra bisnis menjadi kesempatan bagi pelaku usaha untuk memperluas jaringan dan menjajaki akses pasar, termasuk peluang ekspor.

‎“Potensi transaksi dan investasi yang berhasil dihimpun selama penyelenggaraan dapat ditindaklanjuti menjadi hubungan bisnis yang berkelanjutan, memperluas akses pasar, termasuk peluang ekspor,” ujar Ratu, dalam keterangan saat penutupan acara tersebut, Minggu (20/9/2026).

‎Ia menjelaskan, selama empat hari, sebanyak 275 perusahaan dan brand dari dalam maupun luar negeri terlibat dalam kegiatan tersebut. Pertemuan bisnis dilakukan melalui sejumlah agenda, seperti business matching, investment forum, trade forum, networking programme, dan buyer programme.

‎"Kehadiran buyer dan investor dari 11 negara menjadi bagian dari upaya mempertemukan pelaku usaha dengan calon mitra dari pasar internasional. Pertemuan tersebut diarahkan untuk membuka peluang perdagangan, investasi, dan kerja sama usaha," ujarnya.

‎Sementara itu, Sekretaris Jenderal Asian Trade, Tourism and Economics Council (ATTEC) Rama Auwines menambahkan, ukuran keberhasilan kegiatan bisnis tidak hanya dilihat dari nilai potensi yang tercatat selama pameran, tetapi juga keberlanjutan hubungan yang terbentuk setelah kegiatan berakhir.

‎“Yang lebih penting adalah bagaimana koneksi yang terbangun antara pelaku usaha, buyer, investor, dan mitra internasional dapat berlanjut menjadi transaksi serta kerja sama jangka panjang,” kata Rama.

‎Ia menjelaskan, selain agenda perdagangan dan investasi, rangkaian kegiatan juga mencakup ATTEC Global Investment Forum dan Asia Food and Ecosystem Summit. Kedua forum tersebut membahas peluang investasi, perdagangan, serta pengembangan ekosistem pangan dan usaha.

‎"Sebanyak 50 kolaborator dari kementerian/lembaga, organisasi perangkat daerah, asosiasi, komunitas, dan pihak pendukung lainnya turut terlibat. Dengan berakhirnya rangkaian kegiatan pada Sabtu (19/9), potensi transaksi Rp15,1 triliun tersebut kini memasuki tahap tindak lanjut," imbuhnya.

‎Menurutnya, sektor budaya dan pariwisata juga menjadi bagian dari rangkaian kegiatan sebagai upaya menghubungkan berbagai sektor ekonomi Jakarta dengan pelaku usaha dan mitra internasional.

‎"Bagi pelaku usaha, tindak lanjut setelah pertemuan bisnis menjadi tahap penting untuk mengubah penjajakan dengan buyer dan investor menjadi kontrak, perdagangan, investasi, maupun bentuk kerja sama lainnya," tutup Rama. 

Editor: Elva Setyaningrum

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut