Industri Pangan Nasional Kembangkan Inovasi Tinggi Serat di Tengah Krisis Gizi
JAKARTA, iNewsTangsel.id - Asupan serat yang cukup diketahui berperan penting dalam menjaga kesehatan pencernaan, membantu mengontrol kadar kolesterol, serta menurunkan risiko penyakit tidak menular seperti diabetes dan penyakit kardiovaskular. Namun, pola konsumsi masyarakat Indonesia masih belum mencerminkan kebutuhan gizi tersebut.
Data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 menunjukkan sebanyak 96,7 persen penduduk Indonesia berusia di atas lima tahun masih kekurangan konsumsi sayur dan buah sebagai sumber utama serat harian. Kondisi ini menjadi salah satu indikator tantangan kesehatan nasional yang perlu mendapat perhatian serius.
Selain berdampak pada kesehatan individu, rendahnya konsumsi serat juga berkaitan dengan meningkatnya risiko berbagai penyakit metabolik. Data SKI turut mencatat adanya kecenderungan masalah kesehatan seperti obesitas sentral pada kelompok usia muda, yang memperlihatkan perlunya perbaikan pola makan secara lebih luas.
Di tengah kondisi tersebut, industri pangan nasional mulai mendorong pengembangan produk berbasis pangan fungsional sebagai alternatif untuk membantu memenuhi kebutuhan gizi masyarakat. Inovasi ini mencakup produk yang diformulasikan tidak hanya sebagai sumber energi, tetapi juga memiliki manfaat tambahan bagi kesehatan.
Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa konsumsi pangan tinggi serat secara rutin dapat memberikan dampak positif terhadap profil lipid. Dalam uji klinis pada partisipan dengan hiperlipidemia, asupan produk berbasis serat tercatat mampu menurunkan kadar trigliserida hingga sekitar 11,8 persen serta menurunkan kadar kolesterol hingga 11,3 persen, sekaligus memperbaiki rasio risiko kardiovaskular.
Perkembangan ini mencerminkan arah baru industri pangan yang semakin mengintegrasikan aspek kesehatan dalam inovasi produk, seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap solusi konsumsi yang lebih praktis namun tetap bernilai gizi.
Sebagai informasi FiberCreme kembali meraih Top Brand Award 2026 untuk kategori creamer powder. Penghargaan tersebut diberikan menandai pengakuan pasar terhadap produk yang telah beberapa kali meraih penghargaan serupa. Pencapaian ini terjadi di tengah masih rendahnya tingkat konsumsi serat masyarakat Indonesia. Chief Commercial Officer PT Lautan Natural Krimerindo, Juwono Hartanto, menyebut penghargaan tersebut mencerminkan penerimaan konsumen terhadap produk berbasis kebutuhan gizi. “Penghargaan ini menjadi indikator bahwa produk dengan nilai tambah kesehatan semakin diterima masyarakat,” ujarnya, Senin (10/8/2026).
FiberCreme sendiri merupakan produk bubuk nabati yang digunakan sebagai alternatif santan atau susu dalam makanan dan minuman. Selain itu, produk ini diklaim memiliki kandungan serat serta indeks glikemik rendah. Sejumlah penelitian yang dilakukan bersama institusi di dalam negeri menunjukkan konsumsi produk tersebut berkaitan dengan penurunan kadar trigliserida dan kolesterol pada partisipan uji klinis. Hasil pengujian juga menempatkan produk ini dalam kategori pangan dengan indeks glikemik rendah.
Selain Top Brand Award 2026, produk ini sebelumnya juga menerima sejumlah penghargaan di bidang inovasi pangan dan ekspor. "Pencapaian tersebut mencerminkan perkembangan industri pangan fungsional di Indonesia yang terus bertumbuh seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pola konsumsi yang lebih sehat", tegas Juwono.
Editor: Hasiholan Siahaan