get app
inews
Aa Text
Read Next : Banten Operasikan Fasilitas Bahan Baku Aluminium, Perkuat Rantai Pasok Industri Nasional

Banten Perkuat Industri Aluminium dengan Fasilitas CTP Binder Pertama di Indonesia

Kamis, 27 Agustus 2026 | 01:28 WIB
header img
Fasilitas produksi CTP Binder pertama di Indonesia hadir di Cilegon, Banten. [Ist]

BANTEN, iNewsTangsel - Provinsi Banten kini menjadi lokasi fasilitas produksi Coal Tar Pitch (CTP) Binder pertama di Indonesia yang dirancang untuk mendukung kebutuhan industri aluminium nasional. Fasilitas yang mulai diresmikan pada 19 Agustus 2026 tersebut memiliki kapasitas produksi 50.000 ton CTP Binder dan 38.000 ton Creosote Oil per tahun.

Kehadiran fasilitas di kawasan Cilegon tersebut dinilai memiliki arti strategis karena kebutuhan CTP Binder di Indonesia selama ini masih mengandalkan pasokan dari luar negeri. Produksi domestik yang saat ini dikelaola PT Dongsuh Chemical Cilegon (DCC) diharapkan dapat memperkuat ketahanan rantai pasok sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor bahan baku industri strategis.

CTP Binder merupakan salah satu material penting dalam pembuatan carbon anode, komponen yang digunakan dalam proses peleburan aluminium. Material tersebut berperan dalam mendukung efisiensi produksi, menjaga kestabilan proses operasional, serta membantu mempertahankan kualitas produk aluminium.

Fasilitas produksi DCC memanfaatkan Soft Pitch yang diproduksi oleh PT Krakatau Poschem Dongsuh Chemical (KPDC) sebagai bahan baku utama. Integrasi keduanya menciptakan rantai pasok domestik yang terhubung dari hulu hingga hilir. Hal ini berpotensi meningkatkan efisiensi sekaligus menjaga kesinambungan ketersediaan material.

Pembangunan fasilitas tersebut bukan hanya berkaitan dengan penambahan kapasitas produksi, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun rantai pasok material untuk industri nasional. 

“Peresmian ini bukan sekadar penyelesaian pembangunan sebuah fasilitas produksi, melainkan menjadi titik awal dalam membangun rantai pasok material utama yang mampu mendukung pertumbuhan industri aluminium Indonesia,” ujarnya Mr. Jang Yeol Jeon, selaku perwakilan DCC, dalam keterangannya, Kamis (20/8/2026).

Dari sisi industri, keberadaan produksi CTP Binder di dalam negeri dapat menjadi bagian dari agenda hilirisasi dan peningkatan nilai tambah manufaktur. Stabilitas pasokan bahan baku juga menjadi faktor penting dalam menjaga kesinambungan industri aluminium yang memiliki keterkaitan dengan berbagai sektor ekonomi lainnya.

Ke depan, pengembangan fasilitas tersebut diarahkan tidak hanya pada CTP Binder, tetapi juga pada produk material bernilai tambah seperti biocoke dan material baterai. Pengembangan teknologi dan material yang lebih ramah lingkungan diharapkan dapat mendorong transformasi industri kimia dan material Indonesia menuju manufaktur yang lebih kompetitif, berkelanjutan, dan memiliki nilai tambah tinggi.

Editor : Aris

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut