get app
inews
Aa Text
Read Next : 14 Agen Travel Umroh Ternama, Ramaikan Danamon Syariah Fair 2024

Wamenhaj Dahnil Anzar Tegaskan Pelaku Usaha Umrah-Haji Setop Jadikan Agama Komoditas Bisnis!

Senin, 31 Agustus 2026 | 22:26 WIB
header img
Wamenhaj Dahnil Anzar Simanjuntak menegaskan di Anugerah Perjalanan Suci 2026 agar perbankan dan travel haji membatasi komoditisasi agama serta memajukan ekosistem ekonomi nasional. [Foto: ist]

JAKARTA, iNewsTangsel — Pemerintah memberikan peringatan keras kepada para pelaku industri haji, umrah, hingga lembaga perbankan untuk menghentikan segala bentuk komoditisasi agama. Peringatan tegas itu disampaikan Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj), Dahnil Anzar Simanjuntak yang menekankan bahwa dorongan menghidupkan ekonomi syariah adalah hal penting, namun memanfaatkan semangat spiritualitas jemaah demi mengeruk keuntungan semata tidak dapat dibenarkan. 

"Kami di Kementerian Haji dan Umrah menghimbau semua pihak untuk stop menjadikan agama sebagai komoditas," tegas Dahnil Anzar dalam ajang Anugerah Perjalanan Suci Indonesia 2026 di Jakarta, Senin (31/8/2026).

Dahnil mengingatkan bahwa bisnis di sektor perjalanan suci harus dijalankan menggunakan prinsip keadaban serta kejujuran yang tinggi. "Ekonomi menghidupkan ekonomi itu penting, tapi sekadar menjadikan jemaah haji atau umrah sebagai komoditas, itu problematik," lanjutnya.

Wamenhaj mendorong para pelaku industri untuk mengadopsi konsep social entrepreneurship seperti yang marak diterapkan di dunia internasional. Ia mengimbau para pengusaha agar memillih jalan bisnis yang etis dengan menyatakan, "Silakan masuk dunia usaha yang kita sebut dunia paling suci, tapi kemudian berlakulah dengan cara-cara yang suci," ujarnya. 

Kementerian Haji dan Umrah menekankan bahwa kehadiran nilai (value) spiritual jauh lebih utama dibandingkan sekadar mengejar angka perputaran uang semata. "Ekonomi penting, tapi kehadiran nilai itu jauh lebih penting daripada sekadar profit," ujar Dahnil menekankan arahan dari Presiden Prabowo Subianto.

Selain aspek etika bisnis, Dahnil memaparkan data perputaran uang jemaah Indonesia yang mencapai Rp150 triliun per tahun dengan 70 persen di antaranya merupakan cash outflow ke luar negeri. Untuk menekan aliran dana keluar tersebut, ia mengutip instruksi Presiden Prabowo. "Bagaimana caranya cash outflow yang besar itu bisa kita minimalisir, istilah Beliau (Presiden Prabowo): 'Keluar kantong kanan, masuk kantong kiri'," tegas Dahnil.

Guna mewujudkan ekosistem ekonomi yang menguntungkan dalam negeri, melalui ajang Anugerah Perjalanan Suci Indonesia 2026, Dahnil mengimbau agar pelaku usaha terus menjaga akuntabilitas pelayanan jemaah. Ia menegaskan kembali bahwa bisnis perjalanan suci harus menjadi wadah syariat ekonomi Islam yang murni, adil, dan berorientasi pada kemaslahatan jemaah.

Sementara itu, Maria Goretti Limi, selaku penyelenggara Anugerah Perjalanan Suci Indonesia 2026 menyatakan bahwa ajang ini memberi wadah bagi para para pelaku usaha untuk berlomba-lomba memberikan pelayanan yang terbaik buat jemaah. 

"Untuk haji ataupun umrah kita tahu selama ini ada banyak masalah yang terjadi di lapangan. Harapannya kita dengan adanya ajang penghargaan ini menjadi barometer dan juga para pelaku usaha memberikan yang terbaik," tandasnya. 

Editor : Aris

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut