Ekspansi ke ASEAN, Perusahaan Teknologi China Jadikan Indonesia Basis Utama Komputasi AI
JAKARTA, iNewsTangsel - Perkembangan lanskap ekonomi digital di kawasan Asia Tenggara terus menarik perhatian para pelaku industri teknologi global untuk memperkuat infrastruktur komputasi. Perusahaan teknologi asal China baru-baru ini telah resmi memperluas jangkauan operasionalnya di ASEAN dengan menempatkan Indonesia sebagai salah satu basis pengembangan utama.
Langkah strategis ini diperkenalkan dalam ajang AIMX Singapore 2026 melalui model Token-as-a-Service (TaaS) untuk membantu akses daya komputasi AI secara lebih efisien. Skema penyediaan kapasitas komputasi fleksibel ini dihadirkan guna mempermudah sektor korporasi mengadopsi teknologi kecerdasan buatan tanpa beban investasi awal yang terlampau besar.
Vice President Runjian Co. Ltd., Athena Zhao, menyoroti besarnya efisiensi yang ditawarkan oleh skema layanan komputasi terukur tersebut bagi ekosistem bisnis regional. "Model Token-as-a-Service sangat potensial dalam mendukung adopsi AI di Asia Tenggara secara lebih inklusif dan efisien," ujar Athena dalam keterangannya, Selasa (1/9/2026).
Sebelum memperluas model layanan TaaS, rekam jejak kerja sama perusahaan solusi kecerdasan buatan asal China, Runjian Co., Ltd., ini telah diwujudkan melalui pembangunan fasilitas pusat data serta jaringan komunikasi di tanah air. Salah satu kontribusi riilnya terlihat pada digitalisasi kawasan industri Morowali Smart Park hingga pengembangan infrastruktur teknis pendukung sektor logistik nasional.
Penguatan kapasitas komputasi ini sejalan dengan lonjakan kebutuhan pusat data di Indonesia yang didorong oleh tingginya penetrasi internet serta layanan keuangan digital. Kementerian Komunikasi dan Digital RI mencatat kapasitas pusat data nasional ditargetkan mengalami peningkatan signifikan hingga melebihi 2.000 MW pada tahun 2029.
Selain menyediakan fleksibilitas daya komputasi, pengembangan platform kecerdasan buatan terintegrasi juga ditujukan untuk mengatasi kendala fragmentasi sistem di tingkat perusahaan. Inovasi ini memungkinkan setiap entitas bisnis membangun sistem kecerdasan buatan yang independen, aman, serta dapat dikembangkan secara berkelanjutan.
Pendekatan platform terintegrasi menjadi kunci utama efisiensi teknologi. "Platform ini membantu perusahaan mengatasi kendala akibat aplikasi AI yang terpisah-pisah serta membangun sistem kecerdasan sendiri secara mandiri," terang Vice President AI Business Group Runjian Co. Ltd, Jake Yin.
Integrasi jaringan yang terhubung melalui kantor operasional di Jakarta, Kuala Lumpur, dan Thailand ini diharapkan mampu mempercepat integrasi teknologi lintas negara. Kolaborasi terbuka antara pelaku industri China dan pemangku kepentingan di ASEAN diyakini dapat memperkuat fondasi pertumbuhan ekonomi digital yang inklusif di kawasan.
Editor : Aris