Akses Layanan Keuangan Diperluas, UMKM Jadi Bagian Strategi Pertumbuhan Bisnis
JAKARTA, iNewsTangsel.id - Pertumbuhan bisnis perbankan semakin dipengaruhi kemampuan industri merespons perubahan perilaku dan kebutuhan masyarakat. Persaingan tidak lagi hanya bertumpu pada produk, tetapi juga pada kecepatan layanan, kemudahan akses, serta kemampuan membangun hubungan jangka panjang dengan nasabah.
Kondisi tersebut mendorong pelaku industri memperkuat strategi pemasaran agar lebih adaptif terhadap perubahan pasar. Pendekatan pemasaran kini diarahkan tidak sekadar membangun kesadaran merek, tetapi juga memastikan produk dan layanan benar-benar menjawab kebutuhan konsumen.
Di saat yang sama, transformasi digital menjadi salah satu fondasi utama dalam pengembangan bisnis perbankan. Pemanfaatan teknologi memungkinkan perusahaan meningkatkan kualitas pengalaman nasabah, memperluas jangkauan layanan, sekaligus menyesuaikan kanal transaksi dengan kebiasaan masyarakat yang semakin digital.
Penguatan strategi tersebut juga berkaitan erat dengan upaya membangun ekosistem ekonomi yang lebih inklusif. Digitalisasi tidak hanya menjadi instrumen efisiensi, tetapi juga membuka peluang bagi masyarakat dan pelaku usaha untuk memperoleh layanan keuangan secara lebih mudah.
Salah satu fokus yang terus didorong adalah dukungan terhadap pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). Pengembangan produk, layanan dan kolaborasi yang sesuai kebutuhan UMKM dinilai penting karena sektor tersebut memiliki peran besar dalam aktivitas ekonomi masyarakat.
Perluasan akses layanan keuangan juga menjadi bagian dari strategi tersebut. Dengan memanfaatkan kanal digital dan memperkuat kualitas layanan, akses masyarakat terhadap produk perbankan diharapkan semakin luas, termasuk bagi kelompok yang selama ini belum terlayani secara optimal.
Direktur Bisnis & Syariah Bank Jakarta Dipo Nugroho mengatakan integrasi strategi bisnis, inovasi produk dan layanan serta transformasi digital akan terus diperkuat. Langkah itu, menurutnya, diarahkan untuk membangun ekosistem ekonomi yang semakin inklusif.
“Ke depan, kami akan terus menghadirkan produk dan layanan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat, termasuk melalui penguatan layanan digital serta dukungan kepada pelaku UMKM,” ujar Dipo, Selasa (1/9/2026).
Direktur Utama Bank Jakarta Agus H. Widodo mengatakan inovasi, kolaborasi dan pemanfaatan teknologi menjadi bagian penting dalam menghadirkan layanan yang relevan dengan kebutuhan nasabah.
Menurut Agus, penguatan aspek tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan pengalaman nasabah, tetapi juga mendukung pertumbuhan bisnis secara berkelanjutan.
Sementara itu, Sekretaris Perusahaan Bank Jakarta Arie Rinaldi menilai perubahan teknologi dan perilaku masyarakat menuntut strategi komunikasi serta pemasaran terus beradaptasi. Penguatan merek, kata dia, harus berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas produk dan layanan.
“Setiap inisiatif komunikasi dan pemasaran tidak hanya memperkuat reputasi perusahaan, tetapi juga membangun hubungan jangka panjang dengan nasabah dan stakeholder,” kata Arie.
Arah tersebut menunjukkan bahwa pertumbuhan industri perbankan ke depan semakin erat dengan kemampuan mengintegrasikan strategi pemasaran, teknologi digital dan perluasan inklusi keuangan.
Dukungan terhadap UMKM sekaligus menjadi salah satu jalur penting untuk memperluas manfaat layanan perbankan kepada masyarakat dan menggerakkan aktivitas ekonomi.
Sebagai informasi, Direktur Bisnis & Syariah Bank Jakarta Dipo Nugroho meraih penghargaan Best Chief Marketing Officer 2026 in Building an Integrated and Inclusive Economic Ecosystem untuk kategori Regional Bank.
Penghargaan ini dinilai dari sejumlah aspek, mulai dari dampak bisnis dan pertumbuhan, strategi pemasaran, transformasi digital, orientasi pada nasabah, hingga kekuatan merek.
Editor: Hasiholan Siahaan