Ubah Limbah Jadi Karya, Edukasi Bebas Sampah Plastik Warnai Perayaan Kemerdekaan di Kepulauan Seribu
JAKARTA, iNewsTangsel - Kemeriahan perayaan HUT ke-81 turut dirasakan warga di kawasan Kepulauan Seribu, dari Pulau Kelapa hingga Pulau Tidung lewat perayaan inklusif bertajuk Merdeka Festival 2026. Kegiatan tersebut memadukan edukasi lingkungan, olahraga, dan aksi kepedulian sosial yang melibatkan anak-anak yatim piatu di RPTRA Pulau Kelapa dan Pulau Tidung pada 22–23 Agustus 2026.
Kegiatan tersebut membawa misi kampanye pengurangan sampah plastik dan styrofoam yang dirancang untuk memberikan pengalaman belajar interaktif yang dekat dengan keseharian masyarakat pesisir. Rangkaian acara Antheia Merdeka Festival 2026 menghadirkan upacara bendera, senam bersama, serta berbagai perlombaan tradisional yang membakar semangat kebersamaan para peserta.
Festival yang diinisiasi organisasi The Antheia Project ini sekaligus menegaskan komitmen mereka dalam menyediakan ruang tumbuh yang sehat dan kreatif bagi generasi muda di wilayah kepulauan. "Melalui Antheia Merdeka Festival, kami menghadirkan pengalaman positif untuk mendorong gaya hidup aktif, memperkuat kepedulian lingkungan, serta menumbuhkan semangat kebersamaan," ujar Co-Founder and CEO The Antheia Project, Ruhani Nitiyudo, dalam keterangannya, Rabu (2/9/2026).
Pada area Creative Zone, anak-anak diajak mengolah limbah kain menjadi karya seni bingkai guna memperkenalkan konsep upcycling sejak dini. Sementara itu, zona permainan sensorik melatih kepedulian anak-anak terhadap keanekaragaman hayati dan kelestarian satwa laut melalui pendekatan edukatif yang menyenangkan.
Aktivitas olahraga seperti turnamen futsal dan voli turut dihadirkan pada Move Zone sebagai sarana melatih kerja sama tim serta sportivitas antarpeserta. Seluruh rangkaian kompetisi tersebut dikemas meriah tanpa mengesampingkan pesan utama mengenai pentingnya menjaga kesehatan fisik dan kebiasaan hidup aktif.
Penyelenggara juga menggandeng pemangku kepentingan pengelolaan sampah lokal untuk memilah seluruh sisa konsumsi kegiatan. Skema penanganan sampah yang terstruktur ini diterapkan agar area festival tetap bersih sekaligus memberikan contoh nyata praktik bertanggung jawab kepada masyarakat.
Dukungan lintas sektor turut memperkuat keberhasilan acara, mulai dari partisipasi PT Nusa Halmahera Minerals hingga penyediaan layanan hidrasi dan tim medis dari Palang Merah Indonesia. Kolaborasi multi-pihak ini memastikan seluruh kebutuhan kesehatan, keselamatan, dan kenyamanan peserta terpenuhi secara optimal sepanjang perhelatan.
Editor: Aris