Turap Ditinggikan, Dua Pompa Baru Dipasang di Pasar Ceger
PONDOK AREN , iNewsTangsel – Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mulai menggeber penanganan sejumlah titik rawan banjir. Tak hanya mengandalkan turap, Pemkot Tangsel mengombinasikan pembangunan infrastruktur dengan penambahan pompa, long storage hingga rekondisi jalan beton.
Wakil Wali Kota Tangsel Pilar Saga Ichsan bersama Kepala Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi (SDABMBK) Tangsel Robbi Cahyadi meninjau sejumlah proyek penanganan banjir, di antaranya Turap dan Pompa Pasar Ceger, Turap Taman Mangu, serta Turap Pondok Safari.
Pilar mengatakan, proyek tersebut merupakan realisasi dari persoalan yang sebelumnya telah diidentifikasi dan direncanakan sejak 2025. Pelaksanaan fisiknya kemudian dilakukan pada 2026.
“Permasalahannya sudah diidentifikasi, lalu kita bikin perencanaan di 2025, kemudian pelaksanaan di 2026,” ujar Pilar.
Menurut Pilar, penanganan banjir tidak cukup hanya dengan meninggikan turap. Pemkot juga membangun sistem pendukung berupa pompa dan long storage untuk mengendalikan aliran air.
Di Pondok Safari, pekerjaan bahkan telah dinyatakan rampung 100 persen. Sementara pengerjaan di Taman Mangu Indah telah mencapai sekitar 90 persen dan ditargetkan segera selesai.
“Pekerjaan yang di Pondok Safari ini juga sudah selesai 100 persen. Tinggal yang di Taman Mangu Indah mungkin sudah 90 persen. Katanya malam ini mau ada pengecoran, seharusnya sudah selesai semua,” katanya.
Secara kontrak, seluruh pekerjaan ditargetkan selesai akhir 2026. Namun Pilar optimistis pengerjaan fisik dapat dirampungkan lebih cepat, yakni pada November mendatang.
“Kita target selesai di akhir tahun ini semua sudah selesai kalau kontraknya. Tapi saya rasa di bulan November ini juga sudah selesai semua,” jelasnya.
Salah satu titik yang mendapat penanganan lebih komprehensif berada di kawasan Pasar Ceger. Tahun ini, Pemkot Tangsel menambah dua unit pompa untuk mengatasi aliran air dari lingkungan pasar hingga permukiman di belakangnya.
Pilar menyebut terdapat sekitar 22 rumah yang berada dalam kawasan penanganan tersebut. Selain pompa, pemerintah juga membangun long storage untuk membantu menampung sekaligus mengendalikan aliran air.
“Di tahun ini ada dua pompa di Pasar Ceger. Ini untuk menangani air yang ada di lingkungan Pasar Ceger dan di belakangnya, di sana ada perumahan, sekitar 22 rumah,” ungkapnya.
Sementara di Taman Mangu Indah, fokus pekerjaan saat ini masih pada penyelesaian turap. Penambahan pompa di bagian depan kawasan tersebut belum menjadi bagian dari pekerjaan saat ini dan akan dipertimbangkan pada penganggaran berikutnya.
“Ke depan bila dimungkinkan kita akan tambahkan pompa untuk yang bagian depan. Karena di bagian belakang sudah ada belasan pompa. Mungkin di bagian depan nanti kita anggarkan lagi untuk penambahan pompa,” ujar Pilar.
Di balik pembangunan sejumlah infrastruktur pengendali banjir, Pilar mengingatkan persoalan lain yang tak kalah penting: sampah yang masih terbawa aliran air dan menumpuk di sejumlah titik kali.
Menurutnya, pembangunan turap dan penambahan pompa tidak akan maksimal apabila saluran air dan badan kali kembali tersumbat sampah.
Karena itu, ia meminta lurah dan camat ikut menggerakkan masyarakat untuk menjaga kebersihan kali di wilayah masing-masing, terutama menjelang musim penghujan.
“Saya harap kewilayahan, lurah, camat sama-sama bisa menggerakkan warganya untuk membersihkan kali di lingkungannya, supaya pada saat musim penghujan tidak tersendat,” katanya.
Pilar menegaskan, pengendalian banjir harus dilakukan secara menyeluruh. Peninggian turap perlu dibarengi dengan normalisasi dan pemeliharaan kondisi kali agar aliran air tetap lancar.
“Walaupun turapnya sudah kita naikkan, tapi yang lebih baik adalah normalisasi kondisi kalinya supaya bersih lagi,” tandasnya.
Editor: Doni Marhendro